KEPANJEN – Pemkab Malang mempunyai cara baru untuk menggenjot sektor wisata. Agar jumlah kunjungan meningkat sekitar 3 persen per tahun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudar) Kabupaten Malang menonjolkan kebudayaan.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, rata-rata peningkatan wisatawan ada 2-3 persen per tahun.
“Pada 2025 lalu ada sekitar 5 juta wisatawan. Hingga akhir tahun 2026, target kami tidak muluk-muluk. Bisa meningkat sampai 3 persen,” kata Firmando kemarin (20/7).
Jika target terealisasi, jumlah wisatawan tahun ini mencapai 5,15 juta kunjungan. Strategi utama yang digencarkan yakni dengan memperkuat unsur kesenian dan kebudayaan lokal sebagai daya tarik utama wisata.
”Kesenian dan kebudayaan kami coba untuk terus tingkatkan kualitasnya, termasuk pembinaan terhadap budayawan. Kami juga mengajak kolaborasi museum-museum, seperti Museum Panji," imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Selain itu, dia melanjutkan, saat ini candi di Kabupaten Malang juga mendapatkan jatah pemugaran. Yakni Candi Jago, Dusun Jago, Desa Tumpang. Dengan pemugaran tersebut, diharapkan mampu menambah daya tarik wisata budaya di Kabupaten Malang.
Beberapa destinasi wisata di Kabupaten Malang juga sudah mulai konsisten menyajikan pertunjukan budaya. Di antaranya gelaran kesenian di Desa Wisata Sanankerto, Kecamatan Turen yang diadakan setiap Sabtu, serta event bulanan yang diselenggarakan di destinasi wisata Pujon Kidul.
“Kesenian dan kebudayaan menjadi napas destinasi pariwisata," kata dia.
Seperti diberitakan, pihaknya juga akan mendorong penguatan kolaborasi antar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai pihak, salah satunya pelaku UMKM.
Nantinya, peran pemerintah bukan pada pengembangan UMKM dari sisi produksi, melainkan menciptakan pasar melalui sinergi dengan sektor pariwisata. Seperti menghubungkan dengan stakeholder pariwisata. Sehingga pelaku UMKM dapat bergerak bersama pelaku wisata, perhotelan, asosiasi, sampai tour guide.
Selain itu, juga perlu kurasi berbagai agenda event yang dapat dimanfaatkan pelaku wisata sebagai bahan promosi kepada wisatawan. Event tersebut akan disusun dalam kalender wisata yang bakal dipublikasikan sebagai upaya promosi wisata.
Kalender wisata tersebut sebagai acuan wisatawan yang akan berkunjung ke Bumi Kanjuruhan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga saat mereka berkunjung, dapat bertepatan dengan berlangsungnya event.(yun/dan).
Editor : Mahmudan