Keripik Tempe Malang Jadi Oleh-Oleh Wajib, Buah Tangan yang Membawa Rindu Perantau Pulang!

Devina Agustini • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB
Kripik tempe oleh oleh khas Malang. (Regional / Google)
Kripik tempe oleh oleh khas Malang. (Regional / Google)

MALANG, RADAR MALANG - Keripik tempe Malang menjadi oleh-oleh wajib karena mewakili rasa, sejarah, dan kebanggaan warga Bumi Arema. Camilan ini tidak hanya laku di toko oleh-oleh, tetapi juga hadir sebagai teman makan sehari-hari yang menggantikan kerupuk di meja keluarga.

Dari Comfort Food Lokal Menjadi Identitas Kultural Perantau

Keripik tempe diproduksi secara turun-temurun, terutama di Kampung Sanan, dan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Malang. Teksturnya yang tipis, renyah, serta aroma bawang putih dan ketumbar yang khas membuat camilan ini sering disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan, mulai dari bakso, soto, rawon, hingga nasi pecel. Di saat yang sama, wisatawan hampir selalu menjadikan keripik tempe sebagai buah tangan karena praktis dibawa, memiliki daya simpan yang relatif lama, dan mampu merepresentasikan cita rasa khas Malang. Bagi banyak perantau, membuka kemasan keripik tempe menghadirkan kembali aroma gurih yang membangkitkan kenangan akan suasana rumah dan kehidupan di Bumi Arema.

Keripik Tempe Menjadi Diplomasi Kuliner Daerah

Popularitas keripik tempe menjadikannya salah satu media promosi budaya yang efektif. Setiap kemasan yang dibawa ke luar daerah secara tidak langsung memperkenalkan tradisi kuliner, keterampilan perajin, dan identitas Kota Malang kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Orem-Orem Lahir dari Kreativitas Kuliner Masyarakat Kelas Pekerja: Siasat Daging Mahal dan Lahirnya Kuliner Tempe!

Editor : Aditya Novrian
Keripik tempe malang oleh oleh