KOTA MALANG, RADAR MALANG - DAHULU ube identik sebagai bahan pangan tradi sional di Filipina. Kini, tanaman umbi berwarna ungu itu justru menjelma menjadi salah satu menu paling diburu generasi muda. Bukan karena warisan kuliner, melainkan berkat derasnya konten yang berseli weran di media sosial.
Fenomena tersebut dirasakan Nabila. Setelah berulang kali melihat konten tentang ube di TikTok, rasa penasaran akhirnya membawanya mencoba Ube Cheesecake di Noisette Patissier.
Baca Juga: Hunting Buah Segar: Misaki Juice Bar Malang Sajikan Minuman Buah Segar Terbaik!
”Rasanya sangat enak. Sangat cocok dipadukan dengan keju yang creamy,” katanya.
Pengalaman pertama itu membuatnya langsung jatuh hati. Menurutnya, tekstur lembut ube dan gurih keju menghasilkan perpaduan rasa yang seimbang sehingga tidak membuat cepat bosan.
Cerita serupa datang dari Raka Ayoeb. Pemuda asal Klojen itu memilih mencoba dua menu sekaligus, yakni Ube Cloud dan Ube Ceremonial Matcha. Dari keduanya, Ube Cloud menjadi favorit karena menawarkan sensasi yang berbeda dari minuman berbasis matcha yang selama ini sering di konsumsinya.
”Rasanya benarbenar segar dan bisa menjadi opsi buat saya kalau bosan dengan matcha,” ungkapnya.
Tak hanya dirinya, beberapa temannya juga mulai ikut mencoba setelah melihat unggahan di media sosial. Menurut Raka, visual ube yang didominasi warna ungu menjadi daya tarik tersendiri sehingga mudah mencuri perhatian pengguna media sosial.
Fenomena itu memperlihatkan bagaimana tren digital kini mampu membentuk selera kuliner anak muda. Menu yang awalnya hanya viral di layar ponsel perlahan berubah menjadi daftar buruan saat berkunjung ke kafe atau bakery.
Meski demikian, Raka berharap tren tersebut tidak berhenti sebagai menu musiman. Dia ingin pelaku usaha terus menghadirkan inovasi olahan ube dengan variasi yang lebih beragam agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan kuliner baru. (zan/adn)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang