Bakery Lokal Berlomba untuk Berinovasi

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:02 WIB
KUNCINYA DI PASTA: Seorang pengunjung Noisette Pattisier menunjukkan minuman matcha yang bercampur dengan ube kemarin siang.
KUNCINYA DI PASTA: Seorang pengunjung Noisette Pattisier menunjukkan minuman matcha yang bercampur dengan ube kemarin siang.

KOTA MALANG, RADAR MALANG - JIKA sebelumnya ube lebih banyak dijumpai dalam bentuk roti atau es krim, kini umbi berwarna ungu asal Filipina itu mulai menjelma menjadi berbagai dessert premium. Bakery dan kafe di Kota Malang pun berlomba menghadirkan kreasi baru untuk mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial.

Noisette Patissier menjadi salah satu yang ikut meramai kan fenomena tersebut. Sejak awal Juli lalu, bakery itu meluncurkan empat menu berbahan dasar ube, mulai minuman hingga dessert.

UNTUK SEMUA KALANGAN: Ube matcha buatan Noisette Pattisier bisa menjadi pendamping makanan seperti brownis ataupun camilan lain.
UNTUK SEMUA KALANGAN: Ube matcha buatan Noisette Pattisier bisa menjadi pendamping makanan seperti brownis ataupun camilan lain.

Owner Noisette Patissier Diandra Ariel mengatakan, keputusan menghadirkan seri ube berangkat dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap tren tersebut.

”Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap tren ube ini sangat tinggi di media sosial. Jadi kami coba hadirkan kreasi khas Noisette agar pencinta ube di Malang bisa menikmatinya,” ujarnya.

Empat menu yang ditawarkan meliputi Ube Cloud, Ube Ceremonial Matcha, Ubemisu, serta Ube Cheesecake. Di antara semuanya, Ube Cloud dan Ube Cheesecake menjadi menu yang paling sering dipesan pelanggan.

Baca Juga: Dari FYP, Kini Jadi Buruan Anak Muda

Di balik tampilannya yang menarik, mengolah ube ternyata tidak mudah. Diandra menyebut proses pengembangan produk memakan waktu sekitar satu pekan.

Karakter ube dinilai cukup rumit karena aromanya cenderung lembut sehingga mudah tertutup bahan lain. Karena itu, komposisi setiap bahan harus benar-benar diperhitungkan agar rasa khas ubinya tetap muncul.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa ube sama dengan taro. Menurutnya, keduanya memiliki karakter berbeda. Ube menawarkan rasa lebih creamy dengan manis alami yang lebih kuat dibanding taro.

Baca Juga: Eksplorasi Bakery Gluten Free Tersembunyi di Malang: Manisnya Pas, Aman Bagi Timbangan

Seluruh menu tersebut dipasarkan dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribuan. Menurut Diandra, lonjakan penjualan paling terasa saat akhir pekan. Kondisi itu menunjukkan tren ube tak lagi sekadar viral di media sosial, tetapi mulai menjadi pilihan baru bagi pencinta dessert di Kota Malang. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Bakery Lokal Ube Noisette Patissier Berinovasi