Pintu Wisata Gunung Bromo dari Jalur Malang Ditutup, Ini Penyebabnya

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB

 

API MELUAS: Petugas memadamkan kobaran api yang membakar hamparan hutan di sekitar Padang Savana.
API MELUAS: Petugas memadamkan kobaran api yang membakar hamparan hutan di sekitar Padang Savana.

 

SINGOSARI – Lahan seluas 8 hektare di Blok Bantengan, area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengalami kebakaran. Api yang berkobar sejak Senin (3/8), belum padam hingga berita ditulis kemarin sore (4/8). Akibatnya, pintu wisata Bromo dari Coban Trisula, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo ditutup.

Api terlihat di Savana Bromo sejak pukul 17.00, Senin lalu (3/8). Saat itu petugas pemadam kebakaran mulai memadamkan kobaran api. Namun lokasi yang terjal dan angin berembus kencang mempercepat penyebaran api hingga area kebakaran makin luas.

“Berdasar peristiwa itu (kebakaran), kami batasi pengunjung hanya bisa masuk ke dalam Kawasan Wisata Bromo melalui Pintu Cemoro Lawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha.

Pihaknya juga membatasi pengunjung hanya boleh memasuki area lautan pasir. Sementara area Savana ditutup total dan dijaga petugas damkar. Penutupan berlaku sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 22.00.

Rudi mengimbau pengunjung dan pelaku jasa wisata agar menjaga TNBTS dari kebakaran hutan. Yaitu dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.

Berdasar pantauan salah satu pelaku jasa wisata Shining Bromo, hingga kemarin api masih terlihat di padang Savana. Petugas damkar menjaga area tersebut sembari terus berusaha memadamkan api. Terpantau api sudah menuruni bukit dengan kepulan asap tebal.(aff/dan)

Editor : Mahmudan
Jalur Bromo tutup Bromo kebakaran wisata bromo