PONCOKUSUMO – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Per Selasa malam (11/8), luas area yang terbakar mencapai 921,42 hektare. Padahal empat helikopter sudah diterjunkan untuk melakukan pemadaman menggunakan sistem water bombing.
Berdasar laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang per Selasa malam (11/8), personel mengamati dua titik hot spot atau sumber api. Lokasinya di Pusung Duwur Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan dan di Puncak B30 Penanjakan, Probolinggo.
Kebakaran yang berlangsung sejak 3 Agustus lalu itu belum padam. Hingga kini, personel gabungan masih melakukan pemadaman. Empat unit helikopter juga masih menggerojokkan air dari udara. Tercatat 205.800 liter air yang dihabiskan.
Sementara satgas darat bertugas melokalisasi titik api. Tujuannya agar api tidak semakin luas.
“Upaya melokalisasi dengan cara pembasahan di sekitar titik api. Kami menggunakan drone berkapasitas 100-150 liter air,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ditemui di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin.
Khofifah menambahkan, dari empat helikopter yang disiagakan tersebut, dua di antaranya bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Yakni helikopter jenis Puma dengan kapasitas angkut 4 ribu liter air dan Airbus Helicopter H125 berkapasitas seribu liter air.
”Dua lainnya perbantuan dari Lanud Abdulrachman Saleh dan Pemprov Jatim,” terang orang nomor satu di Provinsi Jatim itu.
Semuanya mengambil air di Ranupane. Akan tetapi pemadaman pada Selasa sempat terkendala angin dan kabut.
“Jam 13.30 sempat tidak jalan karena angin kencang dan mengharuskan tidak beroperasi,” sebut dia.
Di sisi yang lain, kebakaran wisata Bromo berdampak terhadap jasa open trip. Penyedia travel PT Lintangan Group Indonesia Arik Lintangan menuturkan, lebih dari separo jadwal trip di-cancel wisatawan. Biasanya dia memberangkatkan 12 hingga 18 rombongan.
“Sejak Bromo ditutup total, paling tidak ada 4-5 rombongan yang minta cancel,” ujarnya.
Sementara wisatawan lain masih meminta jadwal liburan ke Bromo diganti hari. Beberapa wisatawan juga meminta beralih destinasi. Seperti beralih ke Air Terjun Tumpak Sewu atau wisata terdekat.
Tiap hari paguyuban penyedia jasa trip ke Bromo juga mengirim relawan untuk memadamkan api. Biasanya sekitar 15 personel. Mereka bergantian membantu petugas memadamkan kobaran api.
Selain PT Lintangan Group Indonesia, pembatalan trip serupa juga dialami Travel Shining Bromo. Sudah ada dua rombongan yang membatalkan perjalanan ke Bromo. Beberapa wisatawan meminta beralih ke objek wisata lain seperti Jatim Park.
“Rata-rata yang cancel ini wisatawan yang booking pada 14 Agustus sampai 24 Agustus depan,” ujar Nur Laila, salah satu pemandu trip di Shining Bromo.(biy/aff/dan)
Editor : Mahmudan