MALANG, RADAR MALANG – Malang tidak hanya memiliki beragam bangunan bersejarah, tetapi juga museum yang menyimpan peninggalan dari berbagai kerajaan di Jawa. Koleksi sejarah dan budaya yang tersimpan di dalamnya dapat menjadi pilihan wisata edukasi sekaligus mengenal jejak peradaban masa lampau. Berikut empat museum di Malang yang menarik untuk dikunjungi.
Museum Mpu Purwa
Museum ini menyimpan sekitar 136 artefak bersejarah dari lima kerajaan di Jawa, mulai dari Kanjuruhan, Mataram Kuno, Kediri, Singosari, hingga Majapahit. Museum Mpu Purwa memiliki dua lantai. Lantai pertama terdapat arca, teks Sumpah Palapa Gajah Mada, informasi Candi Badut, Situs Karuman, dan Batu Kenong. Sementara itu, lantai dua menghadirkan diorama Pertempuran Ganter, kisah Majapahit, serta berbagai arca dan patung bersejarah.
Lokasi: Perumahan Griya Santa, Jl. Soekarno Hatta No.210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang
Jam Operasional: 08.00–16.00 WIB (Senin–Kamis), 08.00–15.00 WIB (Jumat), tutup Sabtu dan Minggu
Museum Angkut
Museum ini memiliki lima zona yang dapat dijelajahi pengunjung. Zona Hall Utama menampilkan koleksi motor dan mobil klasik serta replika pesawat kepresidenan. Zona Batavia dan Pecinan menghadirkan suasana masa lampau melalui bangunan bernuansa tradisional. Sementara itu, Zona Edukasi menyajikan perkembangan transportasi dari sepeda tradisional hingga kereta listrik. Zona Eropa melengkapi perjalanan dengan koleksi kendaraan klasik, seperti Vespa dan Rolls-Royce.
Lokasi: Jl. Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu
Jam Operasional: 12.00–20.00 WIB (Senin–Minggu)
Museum Ganesya (Gelar Indonesia Budaya)
Berada di kawasan Hawai Waterpark, Museum Ganesya didirikan pada 2019 oleh Hawai Group dengan konsep edufun yang memadukan edukasi dan hiburan. Koleksinya mencakup peninggalan Kerajaan Singhasari dan Majapahit, seperti keramik, guci, tombak, tembikar, serta perhiasan kuno. Selain itu, terdapat koleksi topeng Malangan dari Malang dan berbagai daerah lain di Indonesia. Pada lantai tiga, terdapat koleksi seni pertunjukan, seperti wayang Gedog, topeng, reog, dan wayang golek yang mengangkat kisah Raden Panji Asmarabangun.
Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Jl. Raya Karanglo, Karanglo, Banjararum, Kec. Singosari, Kabupaten Malang
Jam Operasional: 09.00–22.00 WIB (Senin–Minggu)
Museum Singhasari
Museum ini diresmikan pada 20 Mei 2015 untuk melestarikan peninggalan Kerajaan Singhasari dan kebudayaan Jawa Timur. Museum Singhasari menyimpan sekitar 345 koleksi bersejarah. Berdiri di lahan sekitar 3.000 meter persegi, koleksinya terdiri dari benda berbahan kayu, logam, dan batu, seperti arca Mahakal, Mahisha, Durga, Ganesha, dan Prajna Paramita. Sekitar 30 persen koleksi di Museum Singhasari merupakan artefak asli, sedangkan sisanya berupa replika karena sejumlah peninggalan tersimpan di Museum Leiden, Belanda, dan Museum Nasional Indonesia.
Lokasi: Krajan, Klampok, Kec. Singosari, Kabupaten Malang
Jam Operasional: 09.00–15.00 WIB (Senin–Jumat)
Sumber : Berbagai sumber