Daftar Tempat Kuliner yang Sedang Ramai Dicari di Kota Malang, Satu Ada di Pasar Oro-Oro Dowo

Itsna Puteri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Wajib orang tahu, ada Ayam Goreng Mdan Ronde Titoni di Kota Malang (sumber: Gmaps @Alexander Barker)
Wajib orang tahu, ada Ayam Goreng Mdan Ronde Titoni di Kota Malang (sumber: Gmaps @Alexander Barker)

MALANG, RADAR MALANG – Ayam Goreng Malabar dan Ronde Titoni menjadi dua kuliner legendaris yang masih bertahan di tengah menjamurnya tempat makan baru di Kota Malang. Keduanya menawarkan menu sederhana dengan karakter rasa yang kuat, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan kuliner Kota Malang yang masih diburu warga maupun wisatawan.

Popularitas kuliner di Kota Malang memang terus berkembang. Berbagai restoran dan kedai dengan konsep kekinian bermunculan. Namun, sejumlah tempat makan lama tetap memiliki pelanggan setia karena menawarkan cita rasa dan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ayam Goreng Malabar, Menu Sederhana yang Tetap Dicari

Ayam Goreng Malabar dikenal dengan sajian ayam goreng sederhana yang dilengkapi sambal dan sayuran segar. Salah satu lokasinya berada di kawasan Pasar Oro-Oro Dowo dan kini telah memiliki beberapa cabang.

Kesederhanaan menu justru menjadi salah satu daya tariknya. Ayam goreng yang disajikan dengan pendamping tersebut membuat tempat ini tetap memiliki pelanggan meski pilihan kuliner di Kota Malang semakin beragam.

Ayam Goreng Malabar juga sempat menjadi perhatian di media sosial. Perbincangan tersebut turut membuat kuliner ini semakin dikenal, termasuk oleh masyarakat yang sedang mencari pilihan makanan khas dan legendaris di Kota Malang.

Keberadaan pelanggan lama yang masih datang menunjukkan bahwa kuliner dengan konsep sederhana tetap memiliki tempat di tengah tren makanan modern.

Ronde Titoni Hangatkan Suasana Kota Malang

Jika Ayam Goreng Malabar menawarkan menu utama berupa makanan, Ronde Titoni menghadirkan pilihan yang cocok untuk menghangatkan tubuh. Berlokasi di Jalan Zainul Arifin, tempat ini dikenal dengan sajian ronde dan angsle.

Kedua minuman tersebut memiliki kuah manis dan disajikan hangat. Sensasi tersebut membuat Ronde Titoni kerap menjadi pilihan ketika suhu Kota Malang terasa dingin, terutama saat musim hujan.

Ronde dan angsle juga menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari minuman kekinian. Sajian tradisional tersebut tetap mampu menarik pengunjung meski tren kuliner terus berganti.

Kuliner Legendaris Tetap Punya Pasar

Bertahannya Ayam Goreng Malabar dan Ronde Titoni menunjukkan bahwa kuliner legendaris tidak selalu harus mengikuti seluruh tren baru untuk mempertahankan pelanggan. Cita rasa, karakter sajian, serta pengalaman yang melekat pada tempat makan menjadi daya tarik tersendiri.

Keduanya juga menjadi bagian dari wajah kuliner Kota Malang. Di tengah munculnya berbagai restoran modern dan makanan viral, keberadaan tempat makan legendaris memberikan pilihan berbeda bagi warga maupun wisatawan.

Bagi pencinta kuliner, Ayam Goreng Malabar dan Ronde Titoni bukan sekadar tempat untuk mengisi perut. Keduanya menjadi bagian dari pengalaman menikmati kuliner Kota Malang yang telah bertahan dan terus dikenal lintas generasi.

Editor : Aditya Novrian
AYAM GORENG MALABAR UMKM Bangkit pasar oro oro dowo malang kuliner