5 Kuliner Legendaris Malang yang Masih Bertahan hingga Sekarang, Wajib Coba!

Luciana Ramadhani Putri • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Pecel Kawi Hj. Musilah, salah satu kuliner legendaris yang telah bertahan sejak 1975 di Kota Malang. Sumber: Instagram/@pecelkawi
Pecel Kawi Hj. Musilah, salah satu kuliner legendaris yang telah bertahan sejak 1975 di Kota Malang. Sumber: Instagram/@pecelkawi

MALANG, RADAR MALANG – Kota Malang tidak hanya dikenal dengan berbagai destinasi wisatanya, tetapi juga memiliki deretan kuliner yang telah bertahan selama puluhan tahun. Sejumlah warung makan bahkan tetap mempertahankan menu dan cita rasa yang menjadi ciri khas sejak pertama kali berdiri.

Bagi wisatawan maupun warga local yang ingin mencicipi kuliner khas Malang, beberapa tempat makan legendaris berikut dapat masuk dalam daftar tujuan. Mulai dari nasi pecel, soto, sate, hingga bakso, masing-masing memiliki cerita dan karakter rasa tersendiri.

Baca Juga: Kalau Sedang di Sawojajar, Jangan Pulang Sebelum Coba 3 Kuliner Ini

1. Pecel Kawi Hj. Muslimah

Berdiri sejak 1975, Pecel Kawi Hj. Musilah berada di Jalan Kawi, Kios No. 43B, Klojen. Menu utamanya nasi pecel dengan sayuran rebus, rempeyek, dan berbagai pilihan lauk seperti ayam goreng, empal, hingga sate komoh. Buka pukul 06.00–17.30 WIB dengan harga nasi pecel sekitar Rp8 ribu–Rp15 ribu, sementara pilihan lauk dan minuman tersedia dengan harga yang bervariasi.

2. Warung Lama Haji Ridwan

Beranjak ke kawasan Pasar Besar, ada Warung Lama Haji Ridwan yang telah berdiri sejak 1925. Warung ini berlokasi di Jalan Pasar Besar No. 16 Blok B-15, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Sate Komoh berbahan daging sapi yang diolah menggunakan bumbu khusus. Selain itu, tersedia pula Nasi Rawon, Gulai Sapi, dan Nasi Ayam Lodho Pedas. Warung Lama Haji Ridwan buka mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Harga makanan yang ditawarkan berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.

3. Soto Ayam Lombok

Bagi pencinta hidangan berkuah, Soto Ayam Lombok dapat menjadi salah satu pilihan. Warung yang berada di Jalan Lombok No. 1, Kasin, Kecamatan Klojen ini telah lama menjadi salah satu tujuan kuliner warga Malang maupun wisatawan. Soto Ayam Lombok menawarkan soto dengan kuah bening gurih yang dilengkapi suwiran ayam, kol, tauge, seledri, telur, dan bawang goreng. Warung ini buka pukul 07.00–22.00 WIB dengan harga sekitar Rp25 ribu–Rp50 ribu. bergantung pada tambahan yang dipilih.

4. Sate Gebug 1920

Kuliner legendaris lainnya dapat ditemukan di kawasan Kayutangan, yakni Warung Sate Gebug 1920. Sesuai namanya, warung ini telah hadir sejak 1920 dan berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmad No. 113A, Malang. Nama “gebug” merujuk pada proses pengolahan daging yang dipukul-pukul terlebih dahulu. Teknik tersebut membuat tekstur daging menjadi lebih empuk sebelum diolah menjadi sate. Tersedia pilihan sate dengan daging berlemak maupun tanpa lemak dengan harga sekitar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per tusuk. Warung Sate Gebug 1920 buka pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Warung ini buka Senin hingga Minggu, kecuali Jumat.

5. Bakso President

Bakso President bermula dari warung tenda yang dibuka Abah Sugito pada 1982 di belakang Bioskop President. Salah satu daya tariknya adalah pilihan bakso yang beragam. Pengunjung dapat menemukan bakso besar, bakso kecil, bakso bakar, bakso urat, bakso telur, bakso ati ampela, bakso paru, hingga bakso keripik. Selain itu, tersedia pula siomay goreng dan siomay basah. Di antara berbagai pilihan tersebut, bakso bakar menjadi salah satu menu yang banyak diminati. Harga menu Bakso President berada di kisaran Rp12 ribu hingga Rp55 ribu. Bakso President buka pukul 08.00 hingga 21.30 WIB. Saat ini, Bakso President memiliki beberapa lokasi di Kota Malang, salah satunya berada di Jalan Batanghari No. 5, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen.

Baca Juga: Kulineran di Malang, Jangan Lewatkan Dessert Manis Ini

Kelima tempat tersebut memperlihatkan bagaimana kuliner di Malang berkembang bersama cerita panjang di baliknya. Tak hanya menawarkan makanan, warung-warung tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan kuliner Kota Malang yang masih dapat ditemui hingga saat ini.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
kuliner legendaris Kota Malang kuliner malang wisata kuliner