MALANG, RADAR MALANG - Makanan berkuah bisa jadi pilihan yang enak dikonsumsi di malam hari, terutama ketika udara di Malang mulai terasa sejuk. Salah satu makanan enak yang bisa dicoba adalah gultik atau gulai tikungan.
Gultik merupakan singkatan dari gulai tikungan. Makanan ini terkenal sebagai hidangan dari pedagang kaki lima yang banyak diminati di area Blok M, Jakarta. Sajian itu umumnya terbuat dari nasi yang dicelupkan dengan kuah gulai yang diisi daging sapi atau tetelan, lalu disajikan bersama sate jeroan atau lauk tambahan lainnya.
Baca Juga: Jangan Remehkan Tahu Telur, Kuliner Sederhana Ini Punya Banyak Penggemar di Malang
Meski sering dikaitkan dengan Blok M, bagi pecinta kuliner di Malang tetap bisa menikmati makanan serupa tanpa harus pergi ke Jakarta. Beberapa lokasi di Kota Malang menyediakan gulai dengan rasa yang berbeda-beda.
Salah satu contohnya adalah Gultik Suhat yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No.75, Mojolangu, Lowokwaru. Tempat ini populer sebagai salah satu tempat makan malam yang memiliki harga yang murah. Harga seporsi gultik dari Rp12.000 - 36.000.
Kuah gulainya terasa gurih dan campuran rempahnya cukup kuat. Pengunjung juga bisa memilih beberapa tambahan seperti paru, babat, usus, hingga sate puyuh, harganya mulai Rp1.000 - 6.000. Selain nasi, gultik di sini juga bisa dimakan bersama lontong.
Pilihan lainnya adalah Gultik Pojok Pasar yang terletak di area Pasar Oro-Oro Dowo, Jalan Guntur Pintu Barat Bedak, Klojen. Tempat ini tepat untuk pecinta makan malam yang ingin mencoba gulai dengan suasana yang santai dan mirip dengan jajanan kaki lima.
Baca Juga: Ketika Semangkuk Soto Jadi Menu Pilihan, Ini Tempat yang Bisa Didatangi
Menu makanannya menyediakan beberapa pilihan, seperti tetelan, paru, dan daging sapi, dengan harga dimulai dari Rp15.000. Tersedia juga sate usus, paru, ati ampela, jantung, dan kulit yang bisa menjadi pelengkapnya.
Dengan kuah gulai yang hangat, bau bumbu yang harum, dan harga yang masih terjangkau, gultik bisa jadi pilihan untuk makan malam tanpa harus menghabiskan banyak uang.
Editor : Aditya NovrianSumber : sumber dari berbagai sumber