MALANG, RADAR MALANG - Malang tidak hanya terkenal karena bakso atau cwie mie saja. Kota ini juga menyajikan masakan tradisional yang sudah menjadi bagian dari kuliner khas daerah setempat, salah satunya adalah orem-orem.
Orem-orem mungkin terlihat sederhana. Hidangan ini terbuat dari potongan tempe yang diberi kuah santan yang telah dicampur berbagai bumbu, lalu disajikan bersama ketupat atau lontong serta kecambah. Beberapa pedagang juga menawarkan tambahan berupa ayam atau telur asin.
Meski sederhana, rasa gurih dari kuah santan dan tempe membuat orem-orem memiliki penggemar yang banyak. Makanan ini juga memiliki riwayat yang cukup lama di Malang dan hingga kini masih bisa ditemukan di beberapa warung tradisional.
Baca Juga: Tak Perlu ke Lamongan, Tahu Campur dengan Kuah Petis Ini Ada di Malang
Salah satu contohnya adalah Orem-Orem Arema yang berlokasi di Jalan Galunggung, Kota Malang. Warung ini sudah beroperasi sejak tahun 1995 dan dikenal sebagai salah satu tempat yang masih menyajikan orem-orem dengan cara yang sederhana.
Dalam satu porsi, pengunjung dapat menikmati tempe, kecambah, serta kuah yang lezat dan gurih. Tersedia pula pilihan tambahan seperti ayam atau telur asin. Harganya berkisar antara Rp10.000 - 15.000.
Pilihan lainnya adalah Warung Orem-Orem H. Abdul Manan berada di Jalan Irian Jaya No.1, Sukoharjo, Klojen. Warung ini dikenal sudah ada sejak tahun 1967, sehingga menjadi salah satu tempat makan orem-orem yang bertahan cukup lama di Malang. Satu porsinya sekitar Rp10.000.
Adanya warung-warung tersebut menjadi salah satu cara kuliner tradisional Malang tetap dikenal oleh banyak orang meskipun ada banyak makanan modern saat ini. Bagi Anda yang ingin mencoba makanan khas Malang selain bakso, orem-orem bisa menjadi pilihan yang sederhana dan harga nya masih terjangkau.
Sumber : sumber dari berbagai sumber