MALANG, RADAR MALANG – Masjid menjadi salah satu tempat umat Islam menjalankan berbagai kegiatan keagamaan. Di Malang, terdapat masjid dengan arsitektur Arab yang memiliki keunikan dan cerita sejarah di balik bangunannya. Berikut dua masjid bernama Jami’ di Malang yang menarik untuk diketahui.
1. Masjid Jami’ Al-Hidayah
Masjid ini berdiri di Dusun Karangan, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Didirikan oleh Romo KH Ismail sebelum masa kemerdekaan, bangunan tersebut kini telah mengalami renovasi untuk keempat kalinya seiring bertambahnya jumlah warga muslim di sekitar lokasi. Memiliki luas 20 x 30 meter persegi, bangunan tiga lantai ini ditopang tiang-tiang besar. Lantai pertama digunakan untuk tempat wudhu, kamar mandi, dan gudang. Lantai dua digunakan untuk salat berjamaah dengan ruang operator di bagian belakang, sedangkan lantai tiga menjadi tempat salat ketika lantai dua penuh.
Arsitektur dan interior yang mirip dengan Hagia Sophia menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain beribadah, pengunjung kerap berfoto di dalamnya. Pada langit-langit terdapat lafaz Allah dan Muhammad dalam tulisan Arab, sementara pintu kayu yang lebar dan tinggi menyerupai gerbang besar. Keunikan tersebut membuat Masjid Jami' Al-Hidayah dipilih sebagai salah satu lokasi ijab kabul maupun foto pranikah. Selain itu, masjid ini menjadi pusat kegiatan Pondok Pesantren Al-Hidayah, seperti mengaji, salat dhuha bersama, praktik ubudiyah, kajian kitab klasik atau kitab kuning, pengajian umum, hingga kegiatan organisasi keagamaan.
2. Masjid Agung Jami’ Kota Malang
Masjid ini berada di Jl. Merdeka Barat No. 3, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tepat di depan Alun-alun Merdeka. Berdiri di atas tanah negara (Goepernemen) seluas kurang lebih 3.000 meter persegi, pembangunannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 1890, sedangkan tahap kedua berlangsung pada 15 Maret 1903 dan selesai 13 September 1903. Hingga kini, lokasinya yang strategis menjadikan Masjid Agung Jami’ Kota Malang sebagai salah satu tempat penting untuk kegiatan keagamaan Islam masyarakat Kota Malang sekaligus ikon kerukunan karena berdekatan dengan GPIB Immanuel dan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Kayutangan.
Selain memiliki nilai sejarah, Masjid Agung Jami’ Kota Malang memiliki nilai artistik melalui perpaduan gaya arsitektur Jawa dan Arab. Gaya Jawa terlihat pada struktur bangunan lama dengan atap berbentuk tajug, sedangkan sentuhan Arab tampak pada kubah menara serta konstruksi lengkung pintu dan jendela. Bangunan asli berstruktur baja dan berbentuk bujur sangkar tersebut hingga kini masih dipertahankan keasliannya.
Editor : Aditya NovrianSumber : Berbagai sumber