MALANG, RADAR MALANG – Kota Malang memiliki beragam bangunan bersejarah dan kuliner legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Di Kecamatan Klojen, terdapat dua depot yang telah berdiri sejak 1940-an dan tetap mempertahankan cita rasanya. Berikut dua depot yang bisa menjadi pilihan untuk mencicipi kuliner klasik di Kota Malang.
Depot Rawon Nguling
Berlokasi di Jalan Zainul Arifin No. 62, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Depot Rawon Nguling menyajikan rawon sebagai menu andalan. Hidangan ini terdiri dari potongan daging sapi, nasi putih, dan kuah hitam dari buah kluwek. Selain rawon tutup dengkul dan rawon buntut, tersedia nasi pecel, nasi lodeh, nasi campur, aneka lauk pauk, dan jeroan sapi. Pilihan minumannya antara lain es teh, es jeruk manis, kopi panas, es dawet, dan es sinom. Depot ini memiliki area luas dengan suasana rumah tempo dulu dan buka setiap hari pukul 07.00–16.00 WIB.
Depot Rawon Nguling awalnya bernama Depot Lumayan yang didirikan Mbah Lik di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, pada 1942. Nasi rawon menjadi menu yang banyak disukai pelanggan hingga depot tersebut lebih dikenal dengan sebutan Rawon Nguling, mengikuti lokasi usahanya. Nama tersebut kemudian terus digunakan dan dikenal hingga sekarang.
Cabang Malang dibuka pada 1983 oleh Ibu Sri, adik Mbah Lik. Depot tersebut awalnya menempati ruang ganti Gedung Kesenian Wijaya Kusuma di Jalan Zainul Arifin. Pada 1984, gedung tersebut diperbaiki dan dibeli oleh Ibu Sri. Bekas ruang ganti kemudian menjadi bagian dari Depot Rawon Nguling Malang.
Depot Hok Lay
Berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 10, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Depot Hok Lay menyajikan beragam menu klasik yang telah dikenal sejak 1946. Pangsit cwie mie dan lumpia Semarang menjadi menu yang dikenal, sedangkan Fosco susu coklat menjadi minuman khas depot ini. Menu lainnya meliputi nasi campur, bakso kuah, nasi panca warna, lomie, es teh, dan kopi. Depot ini mempertahankan suasana sederhana dengan interior bernuansa vintage yang memberikan kesan tempo dulu.
Depot Hok Lay berdiri pada 1946, setelah Indonesia merdeka. Usaha ini awalnya dikelola keluarga Tionghoa sebagai usaha rumahan dengan menu yang berfokus pada masakan khas Tionghoa-Malang yang disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Seiring waktu, depot tersebut berkembang dan dikenal sebagai salah satu tempat kuliner lama di Kota Malang.
Hingga kini, Depot Hok Lay telah dikelola oleh generasi penerus dengan tetap mempertahankan resep dan suasana klasiknya. Depot ini buka pada Senin serta Rabu hingga Kamis dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–13.30 WIB dan 17.00–19.30 WIB, sedangkan Selasa tutup. Keberadaannya selama puluhan tahun membuat Depot Hok Lay tetap menjadi salah satu pilihan kuliner bagi warga maupun wisatawan yang ingin mencicipi menu klasik di Malang.
Editor : Aditya NovrianSumber : Berbagai sumber