MALANG, RADAR MALANG – Meski banyak kuliner modern yang muncul di Kota Malang, gado-gado tetap memiliki tempat khusus di hati para penggemar makanan tradisional. Perpaduan sayuran, lontong, tahu, telur, kentang, hingga kerupuk yang disiram dengan bumbu kacang membuat makanan ini terasa sederhana, namun sulit untuk ditinggalkan.
Satu rekomendasi yang bisa dicoba adalah Gado-Gado Pak Atim Dempo. Lokasi ini berada di area Pujasera Dempo, Jalan Gede No.7, Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, dan sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama. Racikan gado-gadon tersebut terdiri dari timun, kubis, kecambah, selada, lontong, kentang, tahu, telur, kerupuk, serta emping. Semua bahan kemudian dicampur dengan bumbu kacang yang merupakan bagian penting dalam menentukan rasa yang khas.
Harga untuk satu porsi gado-gado sekitar Rp22.500. Bagi kamu yang suka rasa pedas, tersedia sambal yang disajikan dengan irisan bawang, yang menjadi ciri khasnya.
Baca Juga: Pedas, Manis, Gurih, 2 Rujak Manis yang Harus Dicoba di Malang
Pilihan berikutnya adalah Gado-Gado Pak Gatot yang memiliki perjalanan yang cukup jauh. Pak Gatot mulai berjualan sejak tahun 1976, awalnya ia menjual gado-gado sambil berkeliling sebelum akhirnya menetap di Kota Malang. Sekarang, sajian tersebut dapat ditemukan di area Jalan Dr. Sutomo, Klojen.
Seporsinya terdiri dari lontong, kentang, tahu, telur rebus, taoge, selada, dan timun yang disiram dengan bumbu kacang yang enak dan pekat. Harganya sekitar Rp15.000.
Sementara itu, terdapat Gado-Gado Cak Munib di area Kayutangan. Restoran ini telah beroperasi sejak tahun 1989 dan berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kauman, Kecamatan Klojen. Sajian gado-gadon memiliki ciri khas dengan bumbu kacang yang banyak dan rasa manis yang terasa. Harga satu porsinya sekitar Rp14.000.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, 2 Kuliner di Malang Ini Punya Menu yang Bikin Penasaran
Tiga lokasi tersebut menunjukkan bahwa gado-gado di Malang bukan hanya sekedar hidangan yang berisi sayuran. Di balik satu piringnya, tersembunyi resep yang tetap dijaga, pelanggan yang kembali berkali-kali, serta cerita yang panjang.
Sumber : sumber dari berbagai sumber