Jajanan Legendaris Kota Malang! Ini 2 Rekomendasinya di Klojen, Ada yang Sudah Berdiri Sejak 1935

Ivonia Faisa Rahma • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:00 WIB
Salah satu kuliner legendaris, yaitu puthu yang dibuat dari tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa. (Pinterest/@Widya)
Salah satu kuliner legendaris, yaitu puthu yang dibuat dari tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa. (Pinterest/@Widya)

MALANG, RADAR MALANG – Kota Malang tidak hanya dikenal dengan bangunan bersejarah, tetapi juga kuliner legendaris yang masih bertahan hingga saat ini. Di Kecamatan Klojen terdapat jajanan yang telah bertahan selama puluhan tahun dengan tetap mempertahankan cita rasa dan cara pembuatan tradisional. Berikut dua tempat yang menarik untuk dicoba.

Puthu Lanang

Didirikan oleh Ibu Supiah pada 1935, usaha ini pertama kali dikenal dengan nama Puthu Celaket. Nama tersebut kemudian banyak digunakan oleh penjual puthu lain sehingga pelanggan kerap menanyakan keberadaan cabangnya. Padahal, Puthu Celaket tidak pernah membuka cabang. Atas saran pelanggan, pemilik kemudian menggunakan nama Puthu Lanang sebagai identitas usaha. Nama tersebut selanjutnya dipatenkan dengan bantuan salah seorang pelanggan yang berprofesi sebagai notaris.

Puthu dibuat dari tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa, kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan dimasak menggunakan kukusan. Selain puthu, tersedia klepon, lupis, dan cenil. Beragam jajanan tersebut dapat dipilih dalam satu porsi seharga Rp18.000, isi 8. Puthu Lanang juga menggunakan bahan baku berkualitas tanpa bahan pengawet untuk menjaga cita rasa produknya. Berlokasi di Jl. Grindulu 13, kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto, tempat ini buka setiap hari pukul 17.30–21.00 WIB. Antrean pembeli bahkan kerap mengular sebelum warung buka dan dagangannya dapat habis sebelum jam tutup.

Surabi Imut

Surabi Imut mulai berjualan di Kota Malang sejak 2005. Usaha milik Haryanto ini berawal ketika dirinya membantu sang kakak yang tinggal di Bandung berjualan surabi. Dari pengalaman tersebut, Haryanto kemudian memberanikan diri membawa kuliner khas Bandung itu ke Kota Malang. Ia mengawali usahanya melalui sebuah kios kecil di seberang Pasar Klojen. Seiring berkembangnya usaha, tempat berjualan sempat berpindah dan menggunakan tenda untuk menampung pelanggan. Haryanto juga pernah membuka cabang, tetapi harus menutupnya saat pandemi Covid-19.

Surabi yang dijual masih dibuat menggunakan gerabah dan dimasak di atas tungku tanah liat seperti cara pembuatan di Bandung. Berbeda dari surabi Bandung yang umumnya disajikan dengan kinca atau saus gula merah, Surabi Imut menawarkan 48 varian topping dan kombinasinya, mulai dari cokelat, keju, kacang, telur, hingga oncom. Harganya mulai Rp2.500–Rp10.000. Selain surabi, tersedia pisang bakar dan es yougurt. Berlokasi di Jl. Cokroaminoto Gang IV, seberang Pasar Klojen, tempat ini buka setiap hari pukul 12.00–21.00 WIB.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Berbagai sumber
#Legendaris #kuliner #kulinermalang #Malang #malangkota