Tren Es Gabin Viral di Malang, Konsepnya Ternyata Diadaptasi dari Graham Bar Filipina

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 14:25 WIB
Es cukup tebal diberikan Dessert by Zee pada es gabin untuk memberikan pengalaman menyantap camilan yang berbeda.
Es cukup tebal diberikan Dessert by Zee pada es gabin untuk memberikan pengalaman menyantap camilan yang berbeda.

MALANG - Tren es gabin di Malang Raya menunjukkan bagaimana camilan lawas bisa menemukan pasar baru. Berawal dari adaptasi dessert luar negeri, gabin kini hadir dengan beragam rasa dan sensasi baru.

Biskuit gabin yang identik dengan kudapan jadul mendapat wajah baru di tangan pelaku kuliner Kota Malang. Biskuit bertekstur renyah itu kini tidak hanya di santap sebagai camilan, tetapi disandingkan dengan isian es krim dalam kreasi yang menyasar selera anak muda.

Ide tersebut datang dari Dessert by Zee. Pemiliknya, Almas Zerlina Benita, mengadaptasi konsep Graham bar yang populer di Filipina. Kudapan tersebut umumnya dibuat dari susunan biskuit, krim manis, dan buah-buahan yang kemudian didinginkan hingga menghasilkan dessert bertekstur lembut.

Baca Juga: Jajanan Legendaris Kota Malang! Ini 2 Rekomendasinya di Klojen, Ada yang Sudah Berdiri Sejak 1935

Almas kemudian mengganti jenis biskuit yang digunakan dengan gabin. Penyesuaian itu dilakukan agar bahan bakunya lebih mudah diperoleh sekaligus menghadirkan cita rasa yang dekat dengan lidah konsumen lokal.

“Di sana biskuit yang dipakai bentuknya agak persegi panjang. Begitu dibawa ke sini, bahannya kami ganti memakai biskuit gabin jadul,” ujarnya.

Tidak langsung menemukan formula yang pas, Almas melakukan sejumlah percobaan sejak Agustus. Tantangannya adalah membuat isian tetap lembut, tetapi tidak cepat mencair ketika es gabin dipotong atau disantap.

Setelah mencoba campuran susu UHT full cream dan whipped cream, ia akhirnya memilih whipped cream sebagai bahan utama. Kreasi tersebut kemudian diperkenalkan melalui media sosial. Responsnya di luar dugaan.

Baca Juga: Kulineran di Malang tapi Mau Coba Kue Lumpur? Ini 2 Rekomendasi, Salah Satunya Sudah Berdiri Sejak 1960

”Pertama iseng upload konten di media sosial langsung ramai,” bebernya. Kini sekitar 12 varian rasa tersedia, mulai Cookies and Cream, Strawberry Cheese, Matcha, Choco, Vanilla, hingga Coco Crunchy. Harganya berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per bungkus.

Menurut Almas, konsumen paling banyak berasal dari kalangan Gen Z. Namun, varian favorit tidak selalu sama. Pergantian tren membuatnya harus terus bereksperimen menghadirkan kombinasi rasa baru.

Dalam sehari, penjualan bisa mencapai puluhan bungkus. Saat berjualan di keramaian seperti Car Free Day (CFD), jumlahnya bahkan bisa menembus 60 porsi. Gabin jadulpun perlahan menemukan tempat baru di tengah tren dessert kekinian.

Editor : Aditya N. Rian
Es Gabin jajanan viral cfd malang