KEPANJEN, RADAR MALANG – Hampir rampungnya pengerjaan Jalan Lintas Selatan (JLS) menuju kawasan Kondang Merak disambut positif pengelola wisata. Termasuk pengelola Pantai Tri In One Banyu Meneng.
Ketua Pengelola Pantai Tri In One Banyu Meneng Zainul Abkar mengatakan, semakin mudahnya akses menuju kawasan pantai turut mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut membuat pengelola wisata mulai memperkuat aspek keamanan, terutama di area bibir Pantai.
“Dengan membeludaknya pengunjung, otomatis kami harus menambah personel. Khususnya untuk mengamankan di kawasan bibir pantai,” ujarnya.
Zainul mengatakan, penambahan personel diperlukan karena karakter wisatawan di tiga pantai yang dikelola cukup beragam. Pantai Tri In One terdiri atas Pantai Ngentup, Pantai Banyu Meneng, dan Pantai Selok.
Banyu Meneng menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan keluarga karena memiliki ombak yang relatif tenang. Hal itu membuat wisatawan yang membawa anak lebih nyaman bermain air di kawasan pantai.
Baca Juga: Pantai 3 in 1 Malang, Satu Perjalanan Bisa Jelajahi Tiga Pantai Sekaligus
“Banyu Meneng ini ombaknya tenang. Makanya menjadi pusat tujuan atau pusat berkumpulnya orangorang yang berwisata karena rata-rata membawa anak,” jelasnya.
Sementara Pantai Ngentup lebih banyak dimanfaatkan wisatawan untuk kegiatan keluarga dan camping. Kawasannya rindang serta berada dekat dengan warung dan fasilitas kamar mandi.
Berbeda dengan Selok yang memiliki ombak lebih besar. Pantai tersebut cenderung diminati anak muda karena memiliki panorama dan spot foto yang menarik, sekaligus menjadi salah satu lokasi untuk menikmati sunset.
Selain menambah personel, pengelola juga membenahi akses masuk. Jalan yang sebelumnya masih berupa makadam kini telah dipasang paving sepanjang hampir 150 meter dengan lebar sekitar enam meter.
“Sekarang jalan masuk yang kemarin masih batu atau makadam sudah kami paving. Untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” kata Zainul.
Lebar akses tersebut memungkinkan bus besar masuk. Pembenahan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi perubahan pola kunjungan setelah konek tivitas JLS semakin terbuka.
Dari sisi fasilitas, Tri In One memiliki sekitar 20 rumah makan atau kedai dan sekitar 200 kamar mandi. Fasilitas sanitasi tersebut tersebar di tiga pantai, yakni 100 kamar mandi di Selok, 50 Banyu Meneng, dan 50 di Ngentup.
Untuk wisatawan yang ingin bermalam, pengelola belum menyediakan penginapan maupun glamping. Namun sejumlah kedai menyediakan penyewaan tenda dengan tarif Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu per malam, tergantung fasilitas yang dipilih.(ram/dan)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang