RADAR MALANG - Sejarah Jembatan Soekarno Hatta (Suhat) di Kota Malang merupakan kisah yang menarik, menggambarkan transformasi sebuah kawasan dari pusat perkebunan kopi menjadi jantung kota modern.
Jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan perubahan sosial ekonomi di Malang.
Jembatan Soekarno Hatta dibangun pada tahun 1988 dan dirancang untuk beroperasi selama 30 tahun.
Dengan panjang sekitar 100 meter, jembatan ini memiliki dua bentang, yaitu 60 meter dan 40 meter.
Konstruksinya menggunakan rangka baja, yang pada malam hari terlihat lebih menawan dengan lampu warna-warni yang menghiasi strukturnya.
Sebelum menjadi pusat aktivitas, kawasan sekitar jembatan ini dulunya merupakan lahan perkebunan kopi yang terkenal di Jawa Timur.
Setelah Perang Jawa pada tahun 1830, Belanda menerapkan kebijakan tanam paksa yang mengubah wajah ekonomi Malang.
Kebun kopi di daerah ini berkembang pesat dan menjadikan Malang sebagai salah satu pusat produksi kopi terbaik.
Seiring dengan pembangunan infrastruktur, kawasan Soekarno Hatta mulai bertransformasi menjadi pusat pendidikan dan bisnis.
Keberadaan Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang di sekitar jembatan semakin memperkuat status kawasan ini sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Kini, jalan Soekarno Hatta dipenuhi oleh kendaraan yang melintas setiap harinya, mencerminkan dinamika kehidupan kota.
Jembatan Suhat dirancang untuk bertahan selama 30 tahun, sehingga perlu pemeliharaan rutin agar tetap aman digunakan.
Banyak pengguna jalan melaporkan bahwa jembatan ini terasa bergetar saat dilintasi, memunculkan kekhawatiran akan keselamatannya.
Pada tahun 2014, dilakukan uji forensik untuk mengevaluasi kondisi jembatan.
Hasilnya menunjukkan adanya lendutan yang melebihi batas aman, serta kerusakan pada struktur baut.
Sayangnya, jembatan ini juga dikenal sebagai lokasi beberapa aksi bunuh diri, yang menambah catatan kelam dalam sejarahnya.
Jembatan Soekarno Hatta bukan sekadar infrastruktur, ia adalah simbol perubahan yang mencerminkan perjalanan sejarah Kota Malang dari masa ke masa.
Dari kebun kopi yang subur hingga menjadi pusat pendidikan dan bisnis, jembatan ini telah menyaksikan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat.
Dengan pemeliharaan yang baik dan perhatian dari pemerintah setempat, diharapkan Jembatan Suhat dapat terus berfungsi sebagai penghubung vital bagi masyarakat Malang untuk tahun-tahun mendatang. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian