MALANG KOTA— Kue Dongkal adalah jajanan tradisional khas Betawi yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, kemudian dikukus dalam cetakan berbentuk kerucut atau piramida.
Saat disajikan, kue ini biasanya ditaburi parutan kelapa, menghasilkan rasa manis dan gurih yang khas. Sayangnya, jajanan ini semakin sulit ditemukan, termasuk di Malang.
Namun, bagi pecinta kuliner tradisional, masih ada dua tempat di Malang yang menyajikan Kue Dongkal dengan cita rasa autentik.
Berikut rekomendasi dua spot yang bisa kamu kunjungi untuk menikmati kelezatan Kue Dongkal di Kota Malang.
Kue Dongkal Khas Betawi (Singosari)
Berlokasi di Jalan Kartanegara, Singosari, Kue Dongkal di sini diproses dengan dikukus dengan cetakan berbentuk piramida, kemudian saat sudah matang, penjual akan menjualnya dengan cara memotong dari pucuk Kue Dongkal yang berbentuk piramida tersebut.
Satu porsi kecil dari Kue Dongkal Singosari ini dibanderol Rp10.000 dan Rp15.000 untuk satu porsi besar.
Kamu juga bisa memesan satu kukusan untuk Kue Dongkal Singosari ini; yang dibanderol dengan harga Rp100.000 untuk porsi kecil dan Rp150.000 untuk porsi besar
Kue Dongkal Singosari ini bisa kamu kunjungi mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Kue Dongkal Khas Betawi (Tunggulwulung)
Berlokasi di Jalan Simpang Akordion No. 1B, Kue Dongkal yang bertempat di Tunggulwulung ini disajikan lewat cetakan kerucut yang terbuat dari bambu dengan menempatkan gula merah terlebih dahulu, kemudian ditumpuk dengan adonan tepung beras dan kelapa, lalu dikukus sampai matang.
Dengan proses tersebut akan menghasilkan Kue Dongkal dengan gula merah yang lumer.
Satu porsi Kue Dongkal di Tunggulwulung ini dibanderol dengan harga Rp10.000 untuk ukuran sedang dan Rp15.000 untuk ukuran jumbo.
Kamu bisa mengunjungi Kue Dongkal di Tunggulwulung ini setiap jam 15.00 hingga 21.00 WIB.
Dengan keunikan cara penyajian dan cita rasa manis gurih yang khas, Kue Dongkal tetap menjadi pilihan camilan tradisional yang layak dicoba.
Jika kamu ingin mencicipi jajanan langka ini, dua lokasi di Singosari dan Tunggulwulung bisa menjadi destinasi kuliner yang sayang untuk dilewatkan.
Jangan lupa datang sesuai jam operasional agar tidak kehabisan! (Talita)
Editor : Aditya Novrian