SINGOSARI - Nama Sumber Pakis Suceng di Desa Langlang, Kecamatan Singosari sempat menjadi primadona wisata murah bagi warga sejak tahun 2015. Tapi, saat ini pamornya semakin pudar. Selain karena fasilitas penunjang berkurang, hadirnya wisata lain juga ditengarai jadi penyebab kondisi tersebut.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan di lokasi, kemarin (19/10) jumlah pengunjungnya tidak banyak. Hanya ada sekitar 10 orang. Terdiri dari anak-anak yang berenang dan ibunya menanti di pinggiran.
Tidak ada penjaga atau petugas pembersih tempat wisata di sana. ”Di dekatnya ada kolam renang dengan lantai keramik, itu milik perseorangan. Sementara yang kolam alami jadi satu dengan sungai kecil itu milik Pemerintah Desa (Pemdes),” kata Mihartining, pemilik satu-satunya warung di tempat wisata tersebut.
Menurut lansia berusia 60 tahun yang merupakan warga asli sekitar tempat wisata itu, kondisi sekarang jauh lebih sepi ketimbang pertama kali dibuka Pemdes Langlang tahun 2015 lalu. Dulu, dalam satu hari pengunjungnya bisa sampai lebih dari 100 orang dan banyak yang berasal dari luar Desa Langlang. Sekarang, tidak lebih dari itu.
Mbak Ning, sapaan Mihartining mengatakan, bahwa renovasi tempat wisata sempat dilakukan pada tahun 2018 lalu. ”Pemdes memperbaiki jalan ke sini, lalu kelompok mahasiswa KKN menambah tanda tempat wisata dan papan informasinya,” ucap dia. Pada waktu itu, di atas kolam sumber Pakis Suceng ada enam deret warung makan.
Tapi, warung-warung tersebut sudah tutup saat ini. Meninggalkan lapak dari kayu dan genting kosong dan terbengkalai. Mbak Ning mengatakan, dibukanya wisata Sumber Umbulan turut memengaruhi kondisi saat ini. ”Karena di sana ditata lebih bagus, juga ketabahan wisata Cokro (Ngijo, Karangploso), wisatawan mungkin jadi banyak yang lari ke sana,” tandas dia. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho