JawaPos.com – Mengaku sebagai anggota BPK-RI, Said Wahyudi, 33, seorang penggangguran asal Aceh berhasil menipu seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Akibatnya, korban yang berinisial D, 49, mengalami kerugian sebesar Rp 7,2 juta.

Dari informasi, aksi penipuan itu bermula ketika korban bertemu pelaku di RSUD Batu Sangkar pada 11 November 2018 lalu. Saat bercerita, pelaku mengaku sebagai anggota BPK-RI yang tengah melakukan pemeriksaan di daerah tersebut.

Setelah lama berbincang dan korban pun merasa yakin, pelaku pun meminjam uang dengan alasan anggota timnya tengah kekurangan. Pelaku menjanjikan, uang tersebut akan diganti setelah kiriman uang dari Jakarta (kantor) datang.

“Awalnya, korban mengirim uang ke nomor rekening BNI atas nama Wiwi Permata Sari (rekening yang diberikan pelaku) sebesar Rp 800 ribu,” kata Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, Rabu (30/1).

Tanpa curiga, setelah itu, korban pun mengajak pelaku Said ini ke Kota Solok. Sebab, pelaku mengaku, anggota BPK RI lainnya tengah melakukan pemeriksaan di wilayah Kabupaten Solok.

Sampai di Kota Solok, pelaku berpura-pura tengah dihubungi anggota BPK-RI lainnya. Lantas, pelaku kembali meminta pinjaman uang kepada korban. “Korban pun mentransfer uang beberapa kali. Total kirimannya sampai Rp 7,2 juta,” kata Dony.

Lama berlalu, korban D mulai curiga dengan pelaku Said. Apalagi, selama bertemu dan bercerita, korban tidak pernah melihat kartu identitas pelaku sebagai anggota BPK-RI. Terlebih tidak ada kabar soal penggantian yang dipinjam pelaku.

Merasa tertipu, korban akhirnya melapor ke Mapolres Solok Kota. Alhasil, setelah melakukan pengintaian, jajaran Satreskrim Polres Solok Kota berhasil meringkus pelaku di dekat Bank Nagari Syariah Kota Solok, Jumat (11/1) lalu. Saat ini, tersangka Said telah mendekam di sel tahanan Mapolres Solok Kota.

Kepada penyidik, lanjut Kapolres, tersangka mengakui, jika dirinya bukanlah anggota BPK-RI seperti yang disampaikannya pada PNS yang menjadi korbannya. “Pengakuannya, uang yang dikirimkan korban D ini, digunakan tersangka untuk bermain judi online,” terang AKBP Dony. 

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Riki Chandra