MALANG KOTA – Pada tiga edisi sebelumnya, Arema FC selalu menjadi salah satu tuan rumah untuk Babak Penyisihan Grup Piala Presiden. Nah, tahun ini, Arema FC punya kans besar untuk kembali menjadi tuan rumah.

Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menyatakan, untuk tuan rumah, sejauh ini memang belum diputuskan. Tapi, Malang jelas masuk nominasi. ”Semuanya masih punya kans menjadi tuan rumah,” kata IB– sapaan akrabnya.

Dilihat dari fasilitas yang dimiliki, Stadion Kanjuruhan sudah memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah. Apalagi, stadion ini telah lolos verifikasi dari PT Liga Indonesia baru (LIB).  ”Selain itu, harus ada sarana hotel di sekeliling dan sebagainya,” ungkap IB.

Meski secara sarana dan prasarana sudah memadai, IB masih belum bisa memastikan apakah Malang akan menjadi tuan rumah atau tidak. ”Semua akan kami bahas pekan depan, setelah rapat umum pemegang saham (RUPS) PT LIB,” ungkap dia. Selain menetapkan tuan rumah, dia menjelaskan, juga akan langsung dilakukan drawing.

Lebih lanjut, dalam Piala Presiden ini nantinya akan diikuti 20 tim. ”Yang nantinya akan terbagi menjadi 5 grup,” ungkap pria yang pernah mencalonkan sebagai wali Kota Kediri itu. Yang bakal bersaing, dia menjelaskan, di antaranya 18 tim Liga 1 2019, tim peringkat empat Liga 2 dan tim degradasi terbaik di Liga 1 2018 lalu (Mitra Kukar).

Sebagai informasi tambahan, Piala Presiden sudah tiga kali bergulir sejak 2015. Pada edisi perdana, Babak Penyisihan Grup B dimainkan di Stadion Kanjuruhan. Grup itu diisi Arema FC, Sriwijaya FC, PSGC Ciamis, dan Persela Lamongan.

Tahun 2016, Piala Presiden ditiadakan. Baru digelar lagi di 2017. Pada Babak Penyisihan Grup 2 yang digelar di Stadion Kanjuruhan diikuti oleh Arema FC, Bhayangkara FC, Persija, dan PS TNI.

Lalu, di 2018, Arema FC menjadi tuan rumah untuk Grup E. Grup ini diisi pula oleh Bhayangkara FC, PSIS Semarang, dan Persela Lamongan.

Posisi tuan rumah memang benar-benar menguntungkan Arema FC. Terbukti, pada tiga edisi itu, Arema FC selalu mampu lolos dari babak penyisihan grup.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Darmono