alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021
- Advertisement -
19 POSTS

PENULIS

Penulis : Kurniawan Muhammad

Warning Profesor Gempa

Saya menjulukinya: Profesor gempa. Karena memang dia adalah ahli masalah gempa bumi. Dia lah guru besar pertama di Universitas Brawijaya (UB) untuk bidang geofisika. Dan saat dikukuhkan sebagai professor dua tahun lalu, bidang keilmuannya adalah Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Sumber Daya Alam. Saat ini dipercaya menjadi Ketua Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan UB. Dan sampai sekarang masih menjadi Pengurus Pusat Himpunan Ahli Geofisika Indonesia. Jadi, jika ngobrol dengan dia soal bencana gempa bumi, mulai A sampai Z, bisa dijelaskan secara mendetail. Namanya: Prof Drs Adi Susilo M.Si, Ph.D.

Umpan Sinergi 3 Kepala Daerah

Pekerjaan besar itu bernama: sinergitas. Ini adalah kata kunci bagi kemajuan Malang Raya. Kawasan ini dulunya adalah satu. Kemudian dipecah menjadi tiga: Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Yang dulunya satu, kemudian terpecah menjadi tiga, lalu kini dituntut untuk bersinergi, harusnya tidak sulit.

Mimpi setelah 107 Tahun

DILIHAT dari posisi geografis, Kota Malang terletak di tengah-tengah Jawa Timur. Berada di atas lembah dengan ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Di sebelah barat dan timur diapit oleh rantai pegunungan dan puncak-puncak gunung. Sebut saja: Gunung Semeru, Gunung Kawi, Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, dan Pegunungan Tengger. Dilihat dari sisi ini, betapa indahnya Kota Malang.

Underground

Izinkan saya untuk mempunyai pengertian sendiri tentang istilah ”underground”. Mereka yang disebut sebagai ”underground” ini adalah orang-orang idealis, punya nilai tersendiri, prestasinya bukan kaleng-kaleng, punya keahlian di atas rata-rata, karya-karyanya out of the box, dan tidak butuh publikasi.

Sisi Lain

Dalam jurnalistik, ”sisi lain” disebut juga sebagai angle. Atau sudut pandang. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kejelian seorang wartawan ketika meliput di lapangan, dapat dilihat dari seberapa dia jeli dalam melihat sebuah angle atau ”sisi lain” dari peristiwa yang terjadi.

Alun-Alun Bunder

Beberapa kali saya bertemu dengan Deddy Wahjudi. Dia alumnus SMAN 3 Kota Malang. Arsitek lulusan ITB Bandung. Lalu melanjutkan studinya ke luar negeri. Dapat gelar Master of Engineering (MEng) dari Nihon University. Lalu lanjut gelar PhD di bidang desain di Chiba University. Keduanya di Jepang. Sehari-hari dia adalah dosen di ITB, selain juga punya lembaga konsultan LABO yang bergerak di bidang arsitektur dan desain.

Antara Kepala Daerah dan Wakilnya

Baru-baru ini publik diramaikan dengan pemberitaan tentang konflik terbuka antara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya, Muhammad Jumadi. Dedy sempat melaporkan wakilnya itu ke polisi. Tak hanya itu, dia juga menarik berbagai fasilitas wakilnya, mulai dari ajudan hingga mobil dinas. Alasannya, Jumadi dianggap mangkir kerja tak ngantor selama lebih dari 10 hari. Dan puncaknya, kantor Wakil Wali Kota Tegal dikunci sehingga Jumadi tak bisa masuk ke kantornya sendiri.

Pak Sanusi

”Saya tidak akan tinggal di pendapa. Saya akan tetap tinggal di sini (rumah dinas wakil bupati).” ”Tapi, Bapak kan sudah jadi bupati? Bukan lagi wakil bupati? Harusnya tinggal di pendapa dong?” ”Nggak apa-apa. Sudah kadung cocok tinggal di sini. Lagipula, pendapa itu nanti akan kita jadikan bangunan heritage.”

Pintu Kematian

Covid-19 seakan telah menjadi pintu tambahan bagi kematian. Mulai banyak orang yang menuju kematian melalui pintu itu. Dalam satu bulan terakhir, susul-menyusul orang-orang yang saya kenal meninggal satu per satu. Beberapa di antaranya membuat saya sangat trenyuh. Empat kawan saya, masing-masing suami istri, meninggal hanya terpaut beberapa hari. Yang terakhir, salah satu sahabat terbaik saya juga meninggal setelah dirawat selama hampir seminggu di rumah sakit.

Pede dan Covid

Jika dulu, orang-orang yang terkena Covid-19 adalah mereka yang jauh dari saya. Artinya, saya tidak mengenalnya. Tapi sekarang, satu per satu kawan-kawan saya, orang-orang terdekat saya, mulai terkena Covid-19. Artinya, semakin lama, ancaman Covid-19 semakin mendekat.

Berita Terbaru

- Advertisement -