KEPANJEN Perang untuk peredaran rokok ilegal terus dikumandangkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang. Selasa lalu (8/1), satu gudang penyimpanan rokok ilegal di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, diobrak-abrik petugas. Hasilnya ada 147.500 batang rokok yang diamankan. Semua diketahui tanpa kelengkapan pita cukai.

”Gudang itu milik warga Desa Rejosari berinisal D. Sementara barang ilegalnya milik temannya yang berinisial Z. Sayangnya saat digerebek, keduanya tidak sedang ada di tempat,” terang Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan. Ditambahkannya, dari gudang penyimpanan tersebut total ada 6.325 bungkus rokok jenis SKM. Di ruangan lain, petugas juga mendapati 2 karton berisi 21.000 batang rokok jenis SKM tanpa cukai. Semua siap untuk didistribusikan.

”Jika ditotal ada 147.500 batang rokok yang kami sita. Nilainya Rp 36,8 juta. Sementara potensi kerugiannya sebesar Rp 69,6 juta,” imbuhnya. Karena gagal mendapati pemilik gudang dan rokok ilegal itu, petugas masih terus melakukan pengejaran pada kedua tersangka. ”Ini tangkapan pertama kami pada 2019, keduanya masih terus kami kejar,” sambung Rudy.

Pengungkapan terhadap peredaran rokok ilegal memang sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Sepanjang Januari hingga Oktober 2018, Bea Cukai Malang sudah melakukan 60 kali penggerebekan. Hasilnya ada 6,7 juta batang rokok ilegal yang berhasil diamankan. Sejumlah kecamatan masuk dalam kategori rawan. Seperti Kecamatan Singosari dan Gondanglegi.

Pewarta              : Miftahul Huda
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         :  Bayu Mulya
Foto                    : Bea Cukai