KOTA BATU – Bawaslu Kota Batu mengambil tindakan berbeda terkait Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan. Jika sebelumnya materi kampanye liar diturunkan, kini Bawaslu memilih untuk menyegel APK tak tahu aturan tersebut. Salah satu APK yang telah disegel berada di billboard depan Batu Plaza.

Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada partai terkait untuk melakukan pencopotan karena pemasangan APK yang berada di sebelah Pos Polisi Batu Jalan Gajahmada tersebut melanggar aturan. Namun, karena tak kunjung diindahkan, Bawaslu melakukan langkah penyegelan/pemberi tanda.
Ditanda tersebut, tercantum bahwa mengacu SE Bawaslu Nomor : 1990/K.Bawaslu/PM.00.00/XI/2018, point 12 huruf c, yang menyebutkan : Bawaslu ‘Memberikan tanda dan/atau informasi sebagai bentuk peringatan’.

“Sudah kita koordinasikan untuk menertibkan APK nya, namun tidak kunjung dilaksanakan. Mengacu pada aturan kita lakukan penyegelan ini,” ujarnya Rabu (20/2).

Zona terlarang pemasangan APK sesuai Peraturan Walikota Batu No. 23 Tahun 2012 pasal 11 menyebutkan larangan pemasangan di Sepanjang jalan Panglima Sudirman, Jalan Gajahmada (seputaran alun-alun) dan Jalan Diponegoro.

Terkait hal itu, himbauan peringatan dari Bawaslu itu diharapkan peserta pemilu menanggapi dan segera menindaklanjuti untuk melakukan pencopotan APK pelanggaran di area lahan milik pemerintah.

“Karena masih banyak di area lain seperti wilayah Kecamatan Bumiaji, di depan Hotel Purnama. Maka dari itu kami mengharapkan peringatan kami diindahkan dan segera dilakukan penertiban oleh partai terkait,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia