JawaPos.com – Temuan dugaan politik uang di daerah Lubuklinggau, tepatnya di Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 mengemuka menjelang pemilihan umum, 17 April mendatang. Bawaslu pun menyita barang bukti berupa bungkusan hitam yang berisikan uang yang diduga digunakan untuk politik uang salah satu Calon Legislatif (Caleg).

Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Komisioner Bawaslu Lubuklinggau, Bahusi mengatakan kejadian ini berawal pada Sabtu lalu (13/4). Dimana, pihaknya mendapatkan laporan dari warga jika ditemukan sebuah kantong plastik yang berisikan uang.

Uang tersebut diduga akan digunakan sebagai politik uang oleh salah satu calon legislatif (Caleg). “Kami sudah sita barang bukti uang ini, tapi kami tidak tahu berapa jumlahnya,” katanya saat dihubungi, Senin (15/4).

Sejauh ini, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku dugaan politik uang tersebut. Pihaknya pun telah memeriksa dua saksi yang merupakan warga di tinggal di lokasi tersebut. “Sejauh ini tidak ada yang ditangkap karena itu bukan wewenang kami,” singkatnya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono ikut membenarkan adanya dugaan kasus politik uang di wilayahnya. Meskipun begitu, kasus ini ditangani oleh pihak Bawaslu Lubuklinggau. “Iya benar, tapi yang menangani Bawaslu,” singkatnya.

Berdasarkan informasi, dugaan politik uang ini ditemukan lantaran laporan dari warga ZN. Saat itu, ZN melihat seorang warga yakni HR membawa bungkusan hitam mengunjungi rumah warga disekitaran Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Warga yang curiga pun kemudian menahan HR dan langsung melakukan penggeledahan. Dari hasil pengeledahan, diketahui dalam kantong plastik tersebut ditemukan sejumlah uang dan kartu nama salah seorang caleg. Kasus ini kemudian, dilaporkan ke Panwascam hingga Bawaslu Lubuklinggau.