JawaPos.com – Kedewasaan berpolitik masyarakat Indonesia belum sepenuhnya terjadi. Ini Karena masih adanya pengawas pemilu yang menjadi sasaran empuk intimidasi hingga kekerasan fisik, jika salah satu pasangan calon yang didukungnya kalah dalam kontestasi pemilu.

Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan, kekerasan terbaru yang diterima pengawas pemilu adalah luka lebam di wajah karena mendapat pukulan saat menjalankan tugas di salah satu desa di Maluku.

“Jadi yang di Maluku jajaran kami menerima kekerasan, di Maluku yang dipukul sampai lebam, dan pelaku sudah tersangka,” ujar Afif saat dikonfirmasi, Kamis (14/3).

Afif mengaku dari data yang dia terima, sebanyak 66 pengawas pemilu yang menerima kekerasan di beberapa daerah misalnya, Sumatera Barat, Papua Barat, Kalimantam Selatan, Banten, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan.

Kemudian di Sumatera Utara, Bengkulu, Papua, Sulawesi Tengah, ?Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, dan Sulawesi Tenggara.

“Jadi sudah ada 66 kasus kekerasan kepada jajaran kami,” katanya.

Untuk kejadian di Sulawesi Utara, pengawas pemilu juga dipukul oleh pelapor dalam asus pelanggaran pemilu. Kemudian di Garut, Jawa Barat, Afif mengaku mobil yang ditumpanginya dilempari batu oleh orang tidak dikenal.

Afif mengaku tidak mengetahui maksud dan tujuan oknum melemparkan batu ke mobil yang ia tumpanginya. Sehingga dia mengaku aneh dengan kejadian-kejadian seperti itu.

“Ketika itu mobil yang saya tumpangi penyok sebelah kiri, dan itu kejadian di pagi hari belum lama ini,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi

Reporter      : Gunawan Wibisono