Bonus Melimpah, Gemetar Pegang Duit Begitu Banyak - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Tim pencak silat Indonesia meraih 14 emas dan 1 perunggu di Asian Games 2018. Prestasi itu turut mengatrol peringkat Indonesia pada tabel klasemen akhir.

Sayangnya, ada beban berat yang masih dirasakan skuad Indonesia pasca-Asian Games berakhir. Sebab, masih ada Kejuaraan Dunia pencak silat yang dijadwalkan berlangsung di Singapura Desember mendatang.

Persoalannya bukan karena pesilat Indonesia tidak siap. Tetapi, lebih kekhawatiran tampil di bawah performa. Seperti yang diakui Hendy, partner Yolla Primadona Jampil di nomor seni ganda putra.

Bahkan, Hendy pun sempat terbersit untuk pensiun setelah Asian Games. Kekalahan mereka di SEA Games 2017 masih menjadi pukuan telak bagi keduanya. Saat itu, Hendy/Yolla kalah dari pasangan Malaysia, Mohd Taqiyuddi Hamid/Rosli Sharif. Padahal setahun sebelumnya, mereka memastikan gelar juara dunia saat berlangsung di Bali.

Sistem penilaian cabor pencak silat yang terkesan subjektif terkadang memang menguntungkan tuan rumah. Kekhawatiran itu pula yang kini berkecamuk di skuad silat, salah satunya dirasakan Hendy. “Kalau Yolla sebenarnya nunggu saya saja, karena kami juga satu perguruan,” ujarnya.

Meskipun deimikian, beban tersebut akan coba Hendy lawan. Sebab, pelatnas juga akan bergulir lagi September ini. “Jadi persiapan juga akan maksimal lagi, harapan saya tidak ada penilaian yang merugikan,” terangnya.

Terpisah, Rony Syaifullah, pelatih kepala pelatnas pencak silat Indonesia mengaku cukup lega dengan hasil di Asian Games lalu. Selanjutnya, persiapan menuju Kejuaraan Dunia memberikan tantangan lain bagi skuad pelatnas.

“Komposisi tidak akan jauh berbeda, tetapi akan kami lihat dalam prosesnya,” ujar Dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Sebelas Maret Surakarta itu. (nap)