JawaPos.com – Setelah diputuskan tidak melanggar aturan pemilu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bersyukur atas putusan itu. Sebab, dari awal Anies merasa tidak bersalah atas tindakannya berpose mengacungkan dua jari saat acara Gerindra.

Bahkan setelah tuduhan pelanggaran yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Anies mengaku tidak takut jika kembali diundang ke acara partai-partai nasional seperti Gerindra.

“Nggak (kapok), bukan soal kapok dan tidak karena memang persoalannya lebih pada kalau ada laporan,” tuturnya di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Jumat (11/1).

Anies menegaskan memang sudah tugas Bawaslu untuk memverifikasi laporan yang ada, layak atau tidak ditelusuri. Ia meminta agar persoalan yang ditindaklanjuti oleh Bawaslu adalah sesuatu yang serius.

“Tidak seperti kemarin ini, sekarang menjadi keramaian, ujungnya ternyata tidak ada masalah. Ada rekamannya, cukup melihat rekamannya dari sana bisa diputuskan,” ungkap Anies.

“Saya berharap Bawaslu dan proses pemilu, proses pilpres, dan kampanyenya bisa lebih fokus pada hal-hal yang substansial,” tegasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan diputus tidak bersalah dalam kasus pose dua jari yang dilakukannya berapa waktu lalu di Sentul, Bogor. Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah mengatakan, bersadarkan rapat bersama dengan Polri Bogor dan Kejaksaan Negeri Bogor, diputuskan laporan atas Anies tidak memenuhi unsur pidana pemilu.

“Terlapor itu tidak memenuhi unsur pidana, dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” ujar Irvan saat dihubungi, Jumat (11/1) malam.

Pertimbangan Bawaslu, karena Anies selaku pejabat negara tidak melanggar perbuatan yang merugikan salah satu calon tertentu. Apalagi berdasarkan hasil klarifikasi dari keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi tidak ada yang bisa membuktikan Anies melakukan pelanggaran.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Reyn Gloria