Pintu masuk UB

KOTA MALANG – Meski sudah diberlakukan peraturan wajib berstiker bagi kendaraan yang akan masuk kampus Universitas Brawijaya (UB), Malang, nyatanya, masih ada saja kendaraan pribadi yang lolos masuk dengan leluasa. Terutama mahasiswa.

Berdasarkan pantauan radarmalang.id, kebijakan yang belum genap satu bulan diterapkan ini sudah mulai longgar. Tidak seketat di awal penerapan.

Jika sebelumnya, kendaraan tak berstiker harus distop untuk dimintai menunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atau KAPEG (Kartu Pegawai). Kini barisan kendaraan bisa langsung masuk tanpa berhenti.

Meski demikian, kebijakan ini memang berhasil menutup akses jalan bagi pengantar maupun penjemput mahasiswa yang masuk ke dalam kampus. Terutama bagi ojek online (ojol).

Sementara itu, menurut Kasubbag Kearsipan dan Humas UB, Kotok Gurito kebijakan yang memang masih uji coba ini akan terus dievaluasi.

“Kira-kira uji coba peraturan ini akan kami berlakukan selama satu tahun, kita juga akan sebar kuisioner,” katanya.

Iapun menilai sejauh ini, ada dampak positif yang sudah nampak. Selain aman juga membuat lingkungan kampus menjadi nyaman.

Mengingat sebelumnya alasan aturan ini ditetapkan guna mengurangi kemacetan di area kampus yang kerap dijadikan jalan tengah oleh pengendara umum. Sekaligus tempat mangkal para ojol. Serta penuhnya area parkir bisa menyebabkan pengendara parkir sembarangan sehingga rawan terjadi curanmor.

Karenanya, ia menghimbau agar para civitas akademika lekas mengambil stiker di subbag kemahasiswaan fakultas masing-masing. “Yang belum punya dihimbau segera minta,” tandasnya

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia