MALANG KOTA – Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat. Pedagang yang menjual hewan kurban sudah mulai menjamur. Salah satunya adalah Wiwin.
Dia menjual hewan kurban di Jalan Danau Limboto Timur, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Perempuan asal Kecamatan Kalipare itu sudah mulai membuka lapak hewan kurban selama tiga hari terakhir. Dia menjual hewan kurban berupa sapi limosin yang berjumlah 15 ekor dan kambing etawa sebanyak 40 ekor.
”Tapi sekarang belum banyak yang beli,” ungkap Wiwin, kemarin (25/5).
Wiwin menyebut, penjualan hewan kurban biasanya baru ramai satu minggu menjelang penyembelihan. Saat ini, kebanyakan masyarakat yang mampir baru sekadar survei atau bertanya-tanya harga hewan. Ditanya terkait harga sapi, Wiwin membanderolnya dengan harga Rp 20 juta sampai Rp 50 juta.
Lalu untuk kambing antara Rp 3 juta sampai Rp 9 juta. Seluruh hewan kurban yang dijual biasanya diambil dari pasar di luar Kota Malang sepeti Kabupaten Malang dan daerah lainnya. Berkaca dari tahun lalu, hewan kurban yang terjual biasanya bisa mencapai ratusan ekor.
Untuk kambing sekitar 150 ekor. Sementara sapi sekitar 40 ekor.
”Kalau sebelum adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) itu untuk sapi malah bisa sampai 50 ekor,” sambung perempuan berusia 60 tahun tersebut.
Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono mengimbau agar seluruh penjual hewan menjaga kesehatan hewan ternak. Selain itu pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan hewan kurban di beberapa lokasi.
”Untuk pemeriksaan hewan kurban dimulai tanggal 2-4 Juni mendatang,” ucap Anton.
Pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan (antemortem) dan sesudah penyembelihan (post-mortem).
Editor : A. Nugroho