Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menempa Generasi Tangguh Kisah di Balik Pelatihan Mahasiswa Polinema di Rindam V Brawijaya

A. Nugroho • Sabtu, 26 Juli 2025 | 01:47 WIB

MELATIH KEDISIPLINAN: Dodikjur bekerja sama dengan Politekhnik Negeri Malang
MELATIH KEDISIPLINAN: Dodikjur bekerja sama dengan Politekhnik Negeri Malang

RADAR MALANG - Di balik gemuruh langkah kaki dan suara komando yang menggema di lapangan, tersimpan kisah perjuangan dan pembentukan karakter generasi muda. Mahasiswa Polinema, dalam program pelatihan kedisiplinan di Dodikjur Rindam V Brawijaya, bukan sekadar menjalani latihan fisik.

 

Mereka sedang melewati proses penting yaitu membangun mental baja, jiwa kepemimpinan, dan semangat cinta tanah air yang tak goyah. Bersama para pelatih militer yang penuh dedikasi, proses penggemblengan ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas ia menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap masa depan bangsa.

 

Selama empat tahun terakhir, Polinema telah menjalin kerja sama dengan Rindam V Brawijaya untuk melatih mahasiswanya dalam program pembentukan karakter. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari di mana setiap kelompok mahasiswa mendapat bimbingan langsung dari pelatih militer.

 

Menurut salah satu pelatih, Danki Budi yang juga merupakan Komandan Kompi Siswa, tujuan utama pelatihan ini bukan untuk membentuk mahasiswa menjadi seperti militer, tetapi untuk mengubah sikap, perilaku, dan kedisiplinan mereka. Mahasiswa yang sebelumnya terbiasa dengan pola hidup bebas, kini dilatih untuk bangun pagi, mengikuti apel, senam, makan bersama, hingga belajar di kelas dan lapangan secara teratur.

 

Ada empat materi utama yang diajarkan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan bela negara. Mahasiswa didorong untuk memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu, sebelum bisa memimpin orang lain.

 

Mereka dikenalkan pada sejarah bangsa, pentingnya menjaga kedaulatan negara, serta nilai-nilai luhur Pancasila. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air yang mendalam.

 

Selain itu, pelatihan fisik ringan seperti lari pagi dan baris-berbaris juga dilaksanakan. Aktivitas ini bertujuan membentuk kekuatan fisik dan ketangguhan mental, sekaligus menanamkan nilai jiwa korsa semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.

 

Para pelatih pun diharuskan menjadi panutan tegas namun manusiawi, keras tapi tidak kasar. Bila ada peserta yang melanggar aturan, hukuman diberikan secara edukatif, bukan destruktif.

 

Pelatih juga mengakui bahwa tidak semua peserta mudah dibentuk. Selalu ada segelintir yang menunjukkan sikap acuh atau sulit diatur. Namun, para pelatih terlatih untuk mengamati dan menandai perubahan sikap sejak awal. Dalam penilaiannya, mereka mencatat peserta yang tergolong positif, rata-rata, dan perlu perhatian khusus, agar hasil pelatihan bisa lebih maksimal dan terarah.

 

Kisah ini bukan hanya tentang mahasiswa yang berteriak lantang saat apel atau berkeringat di bawah terik matahari. Ini adalah kisah tentang anak-anak muda yang berani menantang dirinya sendiri, yang melangkah keluar dari zona nyaman demi menjadi pribadi yang lebih kuat, disiplin, dan bertanggung jawab.

 

Program penggemblengan di Rindam V Brawijaya membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, generasi muda Indonesia mampu tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter, cinta tanah air, dan tidak mudah goyah oleh tantangan zaman. Di tengah dunia yang serba instan dan mudah menyerah, kisah ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa tetap bisa ditanamkan, asalkan dilakukan dengan semangat dan ketulusan. (fie)

Editor : A. Nugroho
#melatih disiplin #TNI #Polinema #LDK #Brawijaya