MALANG KOTA - Edukasi kebencanaan kembali getol dilakukan di lembaga pendidikan. Seperti dilakukan di SMP Negeri 3 Kota Malang, kemarin (17/9). Total ada 800 pelajar yang mengikutinya.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00. Diawali dengan edukasi terkait antisipasi jika terjadi bencana. Sehingga, baik secara individu maupun kolektif, mereka mengerti upaya menyelamatkan diri jika terjadi bencana.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Surabaya Nanang Sigit mengatakan, Malang dipilih untuk pemberian edukasi karena di Jawa Timur termasuk salah satu daerah dengan tingkat bencana yang cukup tinggi. ”Pekan ini, kami menyasar dua sekolah untuk edukasi kebencanaan. Yakni SMPN 3 Kota Malang dan SMA Negeri 8 Kota Malang,” sebut Nanang.
Di dua sekolah itu ada beberapa edukasi yang diberikan. Salah satunya antisipasi gempa bumi. Nanang melanjutkan, dalam simulasi yang diberikan, para pelajar diajari cara untuk keluar dari bangunan jika terjadi gempa bumi.
Pelajar harus keluar secara tertib menuju titik kumpul evakuasi seperti di lapangan. ”Saat keluar, mereka harus melindungi bagian kepala. Bisa dengan tas atau apa pun,” sambung dia. Karena baru digelar pertama kali di SMPN 3, belum semua pelajar paham.
Masih ada yang kebingungan saat melakukan simulasi gempa. Kendati demikian, para pelajar tetap mengikuti simulasi dengan antusias. Selain edukasi ke sekolah-sekolah, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.
Nanang berharap, melalui kerja sama yang dilakukan, materi kebencanaan bisa dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Kepala SMPN 3 Kota Malang Teguh Edi Purwanta mengatakan, pihaknya menjadi pilot project program SAR Goes to School.
Dia berharap, ke depan pelatihan yang diberikan menjadi bekal pengetahuan untuk anak-anak. ”Sehingga mereka punya bekal survival. Kami juga akan mendiskusikan ke depan bisa menjadi kurikulum,” ucapnya. (mel/by)
Editor : A. Nugroho