RADAR MALANG - Seperti yang kita ketahui bersama, air mineral itu penting untuk tubuh. Rasanya bikin kita merasa segar dan mengobati haus.
Tapi, kamu pernah gak sih, merasa kalau air mineral di setiap merek itu punya rasa yang beda-beda? Ada yang terasa lebih manis dan ada yang sedikit pahit saat diminum. Padahal, semuanya sama-sama air mineral kemasan, kan?
Rasa air mineral kemasan yang berbeda-beda ini bukan sekadar perasaan kita saja, lho. Ada alasan ilmiah di baliknya. Beberapa faktor, mulai dari sumber airnya sampai cara pengolahannya, ternyata punya peran besar dalam menentukan rasa akhir dari air mineral yang kita minum. Penasaran apa saja faktor-faktor tersebut? Yuk, kita bahas satu per satu!
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Rasa Air Mineral
- Kandungan Mineralnya Berbeda-Beda
Air mineral berasal dari sumber mata air alami, dan kandungan mineralnya sangat dipengaruhi oleh area sekitarnya. Misalnya, air dari daerah pegunungan bisa punya kandungan mineral yang berbeda jauh dengan air dari dataran rendah. Kandungan mineral seperti magnesium, kalsium, dan natrium inilah yang memberikan rasa unik pada setiap merek air mineral.
- Tingkat pH yang Berbeda
Setiap air mineral kemasan memiliki tingkat pH atau keasaman yang juga berbeda. Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) dan standar yang diterapkan di Indonesia sendiri merekomendasikan pH air minum berada dalam rentang 6,5 hingga 8,5. Nah, air dengan pH tinggi (alkalin) sering terasa lebih pahit saat diminum. Tingkat pH ini juga bisa memengaruhi bagaimana lidah kita merasakan rasa air di dalamnya.
- Cara Pengolahan dan Penyimpanan
Proses pengolahan, penyaringan, dan penyimpanan juga ikut andil dalam rasa air mineral. Beberapa perusahaan menggunakan filter khusus yang bisa menambah atau mengurangi kadar mineral tertentu. Selain itu, bahan dari botol kemasan plastik juga bisa sedikit memengaruhi rasa air, terutama jika disimpan terlalu lama di bawah sinar matahari.
Ada beberapa tips yang bisa kamu coba dalam memilih air minum dalam kemasan. Pertama, pastikan label dan verifikasi dari air minum kemasan yang kamu konsumsi. Produk yang telah terverifikasi kualitas dan keamanannya pasti sudah memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) atau ISO.
Kedua, pastikan kemasan air minum dalam kondisi baik, tidak bocor, dan tersegel rapat. Sering kali kita menemukan banyak penjual air mineral kemasan di pinggir jalan. Meskipun yang dijual adalah merek air minum ternama, pastikan untuk mengecek kembali air mineral tersebut. Hindari membeli air kemasan yang rusak karena itu adalah tanda kontaminasi atau paparan suhu panas.
Ketiga, selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Jangan sampai kamu mengonsumsi air yang sudah melewati masa pakainya.
Keempat, jika memilih air mineral, hindari air dengan kandungan mineral yang terlalu tinggi kecuali atas anjuran dokter. Kamu bisa pastikan dengan mengecek informasi dari air mineral tersebut terlebih dahulu.
Dengan memahami faktor-faktor ini, kita jadi tahu bahwa tidak semua air mineral itu sama, dan setiap merek punya karakteristiknya sendiri. (kdk)