Ini merupakan kosakata dalam Bahasa Malangan yang memiliki arti cukup negatif. Penggunaannya tidak bisa diterapkan oleh semua orang. Umumnya hanya digunakan dalam percakapan antara laki-laki dengan laki-laki yang telah akrab.
Istilah ini hampir sama dengan komes, biasanya diungkapkan laki-laki ketika terkesima dengan kaum hawa. Namun kata hongat memiliki arti lebih negatif. Sebab, berhubungan makna seksual.
Menurut Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati, hongat mulai dikenal sejak tahun 1980an. Sayangnya, saat ini sudah jarang digunakan oleh anakanak muda. Mungkin bagi yang lahir tahun 80-an dan 90-an masih cukup familiar dengan kata ini.
Restu menjelaskan, hongat berasal dari dua suku kata. Ho merujuk pada perempuan yang seksi. Sedangkan ngat berasal dari kata (maaf ) ngaceng. Dalam beberapa literasi, disebutkan bahwa ho adalah singkatan atau slang word dari kata ”whore”.
Yang dalam bahasa Indonesia berarti wanita jalang. ”Tahun 80-an itu muncul banyak variasi Bahasa Malangan, jadi tidak sekadar di balik. Hongat ini menjadi salah satu bahasa gaul bagi anak muda pada zaman itu,” terang Restu. Seiring berjalannya waktu, kata hongat juga kerap digunakan untuk istilah lain. Seperti digunakan anak motor untuk mendefinisikan standing. (adk/by)