TREN penggunaan lash lift kini tak lagi dianggap sekadar alternatif bagi mereka yang enggan memakai eyelash extension.
Bagi sebagian perempuan, lash lift justru dipilih sebagai cara praktis untuk tampil cantik tanpa harus menghabiskan waktu lama di depan cermin.
Dengan satu kali perawatan, efek bulu mata lentik bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Zenith Karunia adalah salah satu penggunanya. Aktivitasnya sebagai karyawan swasta membuatnya harus tampil rapi setiap hari, namun tetap membutuhkan proses rias yang efisien.
Bagian bulu mata, menurutnya, adalah yang paling menyita waktu. ”Apalagi ketika membersihkan maskara butuh waktu lebih lama daripada memakainya,” ucapnya.
Situasi itu yang akhirnya mendorong Zenith untuk mencoba lash lift. Setelah perawatan pertama, ia langsung merasakan perbedaan.
Tampilan matanya terlihat lebih lebar, bulu mata lebih bervolume, dan terkesan lebih panjang. Dengan hasil yang natural dan tidak mengganggu aktivitas.
Zenith merasa teknik ini sangat membantunya menghemat waktu setiap pagi.
Perawatan lash lift, lanjutnya, juga tidak rumit. Ia hanya diminta rutin memakai vitamin yang diberikan salon tempatnya melakukan perawatan.
Ketahanannya pun cukup panjang, berkisar antara tiga hingga enam bulan. ”Biasanya aku lash lift pas libur atau menjelang Lebaran,” ujarnya.
Agar hasilnya tetap segar, Zenith memilih melakukan touch up setidaknya setiap enam bulan sekali. Biayanya pun terbilang terjangkau, hanya sekitar Rp 175 ribu.
Selama menggunakan lash lift, perempuan 25 tahun itu mengaku tidak pernah mengalami gangguan seperti alergi atau iritasi pada bulu mata.
“Beda dengan maskara kalau tidak bersih saat membersihkan bisa membuat iritasi sampai alergi,” katanya.
Baginya, lash lift adalah solusi yang pas. Ringkas, tahan lama, dan membantu menjaga penampilan tetap rapi tanpa perlu upaya berlebihan setiap hari. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho