MALANG KOTA - Kuota penerimaan mahasiswa baru di Universitas Negeri Malang terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2023 jumlah kursi yang tersedia masih sekitar 8.500, kini daya tampungnya menembus lebih dari 12 ribu mahasiswa per tahun. Lonjakan ini memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk anggapan bahwa kenaikan kuota berkaitan langsung dengan status UM sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH).
Isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam podcast SPill Malang Raya yang menghadirkan Kepala Subdirektorat Seleksi UM. Dalam perbincangan tersebut, pihak kampus menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi peningkatan kuota, sekaligus memaparkan komposisi jalur seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB), mulai dari SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri.
Podcast ini juga mengupas sejumlah mitos yang kerap muncul setiap musim pendaftaran perguruan tinggi negeri. Di antaranya anggapan bahwa sekolah bisa dirugikan jika siswanya tidak melakukan daftar ulang setelah lolos SNBP, persepsi bahwa memilih program studi dengan peminat sedikit otomatis memperbesar peluang diterima, hingga isu keberadaan “orang dalam” yang dapat membantu kelulusan.
Bagi siswa SMA, guru, maupun orang tua, informasi tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan strategi memilih jalur dan program studi. Dalam diskusi itu, narasumber juga membagikan pandangan realistis mengenai cara meningkatkan peluang lolos seleksi, berdasarkan sudut pandang internal proses penerimaan mahasiswa.
Podcast SPill Malang Raya dirancang sebagai ruang edukasi publik agar proses seleksi masuk perguruan tinggi dapat dipahami secara lebih transparan. Penjelasan langsung dari pihak kampus diharapkan bisa mengurangi kesalahpahaman yang selama ini berkembang di kalangan calon mahasiswa.
Pembaca dapat menyaksikan pembahasan lengkapnya melalui tautan ini.
Editor : Aditya Novrian