Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto saat menemui Katimun di Ponpes MFM Kasembon

KOTA BATU – Katimun, seorang warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan Ponorogo diduga telah mendoktrin puluhan warga dengan isu kiamat sudah dekat. Dari situlah banyak warga dari Ponorogo yang berbondong – bondong berpindah tempat ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Fallahil Mubtadin (MFM), di salah satu wilayah kecamatan Kasembon, Malang.

Pihak kepolisian menemui Katimun untuk mengklarifikasi adanya indikasi penyampaian penyebaran doktrin kiamat ke warga Ponorogo. Namun, terungkap jika baik warga dan Katimun mendatangi pondok tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Setelah kita tinjau keterangan dari para jamaah ini tidak ada paksaan. Kevetulan pak Katimun salah satu pemilik pengajian yang ada di Ponorogo yang memiliki jamaah 200 orang, ia datang atas keinginan sendiri yang kemudian diikuti warga Ponorogo lainnya,” ujar Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto.

Buher (sapaan akrabnya) menambahkan sebanyak 59 warga Ponorogo itu mendatangi pondok karena ingin menambah wawasan ilmu agama. Beberapa di antara mereka menyewa rumah dengan kisaran nilai Rp 8 juta – Rp 10 juta, tergantung berapa lama masa mereka akan tinggal di wilayah tersebut.

“Saya koreksi, jadi ada 59 total warga Ponorogo yang datang ke pondok ini. Mereka mengaku ingin menambah keilmuan agama, tidak dipaksa dan membawa serta anak, istri, suaminya,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Arifina