Kado Valentine ala Hoya Kerrii

KOTA BATU – Merayakan momen kasih sayang atau Valentine tak lengkap rasanya jika tanpa kado buat yang terkasih. Tapi, bosan tidak sih dengan kado yang itu – itu aja?

Nah, Hoya Kerrii rasanya bisa jadi salah satu pilihan tepat untuk momen merayakan hari kasih sayang pada 14 Februari mendatang. Jika kebanyakan momen ini identik dengan bunga mawar dan coklat, kali ini tanaman yang menyerupai bentuk hati (love) itu rasanya sangat cocok untuk diberikan kepada yang terkasih.

Apalagi ditambah dengan pengemasan menggunakan teknik kokedama. Yakni teknik menanam dengan media tanam lumut atau sabut kelapa, menjadikan Hoya Kerrii tampak semakin cantik.

Salah satu pelaku usaha bunga di Kota Batu, Lily Indayani menyatakan menyambut valentine ‘Hoya Kerrii’ dikemas dengan berbagai pernak – pernik berlambangkan kasih sayang dengan tulisan Valentine Day.

“Momen kasih sayang, tentunya tanaman ini sangat cocok untuk kado. Apalagi bentuknya menyerupai lambang cinta (love), khusus untuk valentine kita tambahkan beragam pernak – pernik tambahan lambang cinta dan kita tambahkan menggunakan teknik kokedama juga,” ujarnya, Rabu (13/2).

Tak perlu khawatir dengan tata cara perawatannya, tanaman yang cocok untuk area indoor ini tidak memerlukan perawatan yang sulit. Apalagi Hoya Kerrii masuk dalam keluarga sukulen yang menyimpan cadangan air. Cukup ditaruh di area dalam rumah, kantor atau kamar maka tanaman akan tumbuh dengan cantik.

“Ini kan jenis indoor, mereka cocok dijadikan hiasan untuk di dalam rumah, kamar, ataupun kantor yang jauh dari sinar matahari. Jadi cukup mudah merawatnya,” katanya saat ditemui di Kokedama Galery, Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Tertarik untuk menjadikannya sebagai referensi kado pilihan? Untuk momen valentine kali ini Hoya Kerrii dihargai Rp 55 ribu saja, namun itu belum dengan pengemasan kokedama dan hiasan lainnya.

“Kalau sudah dibentuk kokedama dan dihias, kami bandrol seharga Rp 100 ribu per tanaman. Tergantung tanaman yang dipilih juga, jika jenis empat daun sampai Rp 200 ribu,” ungkap perempuan berusia 32 tahun itu.

Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Arifina