Pasokan Gula di Kabupaten Malang Surplus, tapi Harga Masih di Atas HET

Aktivitas salah satu pedagang di Pasar Kepanjen melayani pembeli.

KABUPATEN MALANG – Pasokan gula di Kabupaten Malang menjelang Lebaran dipastikan surplus. Memasuki minggu ke empat bulan Mei stok gula mencapai 2.100 ton. Namun, melimpahnya persediaan gula tidak menjamin harga gula di pasaran turun mendekati harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram (kg). Di pasar harga gula rata-rata masih sebesar Rp 16.000 per kilogram.

Salah satu pedagang gula di Pasar Kepanjen, Sri Anik kepada radarmalang.jawapos.com mengatakan jika ia masih menjual gula per kilogram 16.000 ke pembeli. “Saya masih menjual di kisaran 16 ribu rupiah. Soalnya, dari tengkulak saya membelinya seharga 15 ribu per kilogram,” kata Sri ditemui di lapaknya, Pasar Kepanjen, Jumat (22/5) .

Sri mengaku tidak tahu penyebab harga gula masih tinggi dari HET. “Saya tidak tahu, harga itu sudah dari tengkulak,” imbuhnya.

Menanggapi soal tingginya harga gula tersebut, Kadisperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya belum menggunakan stok gula hasil sitaan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI sebanyak 1.168 ton untuk operasi pasar.

“(Stok hasil sitaan) Itu belum kami distribusikan. Sementara, baru satu pasar, yakni Pasar Singosari yang sudah didistribusikan pada Kamis (21/5) kemarin. Nanti, semuanya akan kami distribusikan di 34 pasar. Targetnya 2 sampai 3 Juni 2020 sudah tersalurkan,” imbuhnya.

Agung menjelaskan, nantinya jika tersalurkan semua di pasar dengan pengawasan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), kepala pasar akan memerintahkan menjual harga eceran ke pedagang sembako di setiap pasar seharga Rp 11.700 per kg.

“Nanti dijual 12.500 sesuai HET oleh pedagang dan targetnya memang awal Juni sudah normal kembali harga gula ini. Kami kemarin sudah mendapatkan stok sekitar 2.100 ton tambahan. Dari jumlah 2.100 ton itu yang 1.000 tonnya stok Mei. Lalu, ada tambahan 1.168 ton yang kemarin sitaan dari Mendag (Menteri Perdagangan). Jadi ini surplus pasokan,” kata Agung.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor: Hendarmono Al Sidarto