New Normal, Resto Cepat Saji Ini Terapkan Cara Unik untuk Jaga Jarak Antar Pelanggannya

RADARMALANG – Berbagai pihak mulai berpikir cara menyiasati hidup dengan new normal di saat pandemi Covid-19 belum berakhir. Mereka menginginkan segala sesuatu bisa kembali berjalan normal namun kesehatan satu sama lain dapat tetap terjaga.

Sebagaimana diketahui, salah satu pintu penularan virus corona penyebab Covid-19 adalah apabila orang-orang ada dalam kerumunan atau pada jarak yang dekat.

Di sana, virus bisa menular dari satu orang ke orang lainnya melalui tetesan cairan yang keluar dari mulut.

Untuk itu, salah satu merk makanan siap saji di Jerman, Burger King berinovasi menciptakan suatu alat yang memungkinkan pelanggannya tetap bisa datang ke gerai dan menikmati makanan yang mereka jajakan.

Mengutip Business Insider (28/5), alat itu berupa topi berbentuk bulat menyerupai mahkota yang menjadi ikon dari merk tersebut. Namun, topi tersebut berukuran cukup besar yang kemudian disebut sebagai social-distancing crowns atau mahkota penjarakan sosial.

Setiap pelanggan yang datang akan diminta untuk mengenakan topi tersebut agar jarak satu sama lain tetap terjaga. Meskipun hanya sebuah topi, namun ide ini bisa berjalan efektif.

Setiap orang yang mengenakan topi tersebut tidak bisa berdekatan dengan orang di samping kanan, kiri, depan, ataupun belakangnya karena topi-topi itu akan bertabrakan dan menghalangi orang yang mengenakannya untuk bisa berdekatan.

Setidaknya antara satu orang dengan yang lainnya akan berjarak sekitar 6 kaki atau lebih dari 1,8 meter. Kebijakan unik ini diterapkan demi menjaga keselamatan semua orang yang ada di dalam gerai karena mereka melayani pelanggan yang akan makan di tempat.

“Kami ingin menguatkan aturan dari standar kebersihan dan keamanan tinggi yang ditaati oleh BK. Mahkota social-distancing itu menyenangkan dan cara yang asik untuk mengingatkan tamu-tamu kami untuk mempraktikkan penjarakan sosial selama menikmati makanan di restoran,” kata salah satu perwakilan Burger King.

Inovasi Burger King di Italia Lain lagi dengan cara yang dilakukan di Burger King di Italia. Di sana, mereka melakukannya dengan cara yang 180 derajat berbeda. Jika di Jerman menggunakan topi berukuran besar sehingga orang-orang tidak bisa berdekatan secara fisik.

Di Italia, restoran ini membuat menu baru bernama “Social Distancing Whopper”. Menu khusus ini memiliki bawang mentah 3 kali lebih banyak dari menu Whopper yang biasanya.

Bau bawang mentah biasanya tidak disukai oleh orang-orang, karena menyebabkan bau mulut, sehingga orang-orang akan cenderung menjauhi satu sama lain.

Dimulainya kembali kehidupan masyarakat di tengah pandemi memang membuat banyak pihak pada akhirnya berpikir kreatif bagaimana caranya agar aktivitas yang mereka jalankan bisa tetap berjalan dengan normal dan aman dari penularan virus.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Twitter @BurgerKing
Editor: Indra M