JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggalakan program bekal anak sekolah bergizi enak dan murah (Beas Bereum) di setiap sekolah dasar. Hal itu merupakan upaya Pemkot dalam mencegah masalah stunting di Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Rita Verita mengatakan, program tersebut akan diluncurkan pada 2 April nanti. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan rencana tersebut bersama Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

“Karena memang ini sudah program lama bahwa anak-anak sekolah dasar harus membawa bekal dari rumahnya. Tetapi kami lihat di lapangan bekal yang dibawa dari rumahnya tidak sesuai dengan gizi seimbang,” kata Rita di Balai Kota Bandung, Senin (11/3).

Menurutnya, bahwa anak setingkat sekolah dasar harus dipenuhi kebutuhan gizinya. Sehingga harus dibekali piring atau misting (tempat makan) yang diisi dengan makanan sehat dan bergizi.

“Porsinya pun harus seimbang yakni nasi, buah, sayur, dan lauk pauk. Tapi di lapangan tidak kebanyakannya nasi, nugget goreng atau sosis goreng saja sayurnya itu jarang,” ujarnya.

Sehingga pihaknya mengajak kepada seluruh warga Bandung,terkhusus orang tua murid sekolah dasar untuk lebih memperhatikan bekal anak. Yakni dengan konsep gizi seimbang, karena akan berdampak baik, untuk mencegah penyakit stunting yang selama selama ini pemerintah canangkan.

Selain untuk program siswa sekolah dasar, pihaknya pun akan mencanangkan program untuk tingkat SMP dan SMA. Yakni dengan nama program yang berbeda, remaja Bandung unggul tanpa anemia.

Jika siswa SMP dan SMA ini pada awalnya tidak membawa bekal yang seimbang, maka bisa mengakibatkan siswa tersebut kekurangan darah (anemia). Sehingga di SMP dan SMA akan memberi tablet tambah darah kepada remaja putri. Dengan jadwal setiap satu Minggu satu kali selama menjadi siswa SMP dan SMA.

“Kenapa siswa SMP dan SMA perlu, dia kan nanti jadi calon ibu hamil, dia akan melahirkan anaknya. Kalau dari awal dia sudah kekurangan gizi nanti akan melahirkan anak-anak dengan gizi kurang baik. Maka kami mendorong mulai dari SD kemudian remaja SMP SMA supaya bergizi sehingga melahirkan anak-anak yang sehat,” pungkasnya.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Siti Fatonah