Dakwah di Kelab Malam, Gus Miftah Terinspirasi Rasulullah - JPNN.COM

jpnn.com – Merintis dakwah di kelab malam hingga lokalisasi bukan perkara mudah. Bagaimana Gus Miftah Habiburahman mendapat akses?

Dalam perbincangan dengan JPNN, Rabu (12/9), pendakwah kelahiran Metro, Provinsi Lampung, 5 Agustus 1981 ini mengatakan pada awalnya dirinya yang berinisiasi mendatangi kelab malam maupun lokalisasi untuk berdakwah.

“Ada yang ngundang dari mereka, ada juga yang saya minta ke mereka. Saya minta ke mereka, saya datangi. Saya punya misi seperti ini bisa diterima enggak. Mayoritas saya yang minta,” ungkap Gus Miftah.

Pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrohman ini menjelaskan, pihak-pihak yang didatanginya tentu yang punya wewenang di kelab malam tersebut. Level manajer hingga owner dan menyampaikan apa yang ingin dia lakukan di sana.

“Dulu dakwah yang dilakukan Rasulullah seperti itu mas. Menyurati raja-raja kafir itu. Nah sekarang dalam konteks kekinian didatangi. Tentu ada aturan-aturan, jangan menimbulkan kegaduhan, jangan memaksa dan lain sebagainya. Jadi saya taati, saya patuhi,” terangnya.

Di satu kelab malam ke kelab malam lainnya, Gus Miftah bisa berdakwah antara 1-1,5 jam. Dia justru berterima kasih kepada manajemen tempat hiburan yang telah memberikan akses dakwah. Sebab, itu juga bukan perkara mudah lantaran mayoritas pemiliknya non muslim.

“Saya berterimakasih pada manajemen night club, tanpa dukungan mereka ya saya tidak bisa jalan. Karena kafe-kafe yang tempat saya ngaji itu hampir semua owner-nya itu Nasrani. Ya kalau kemudian saya enggak komunikasi yang baik dengan mereka, enggak mungkin mengizinkan,” jelasnya.(fat/jpnn)