MALANG KOTA – Kalangan mahasiswa masih menjadi sasaran empuk para pengedar dan bandar narkoba. Bahkan diperkirakan dari total pengguna narkoba, sebanyak 10 persen di antaranya dari kalangan mahasiswa. Cenderung bebas dan jauh dari orang tua menjadi alasan utama mahasiswa rentan terhadap narkoba.

Penegasan itu dilontarkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto saat menggelar workshop bertajuk ”Young Muda, Young Style Lawan Narkoba” di aula Kampus 1 ITN Malang, Senin (18/3) kemarin.

kegiatan yang berlansung sejak pukul 09.00 itu dihadiri Rektor ITN Dr Ir Kustamar, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf  Tommy Anderson, dan Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Acara tersebut juga diselingi pembubuhan tanda tangan di spanduk sebagai bentuk deklarasi tolak narkoba. Selain itu, juga ada bagi-bagi buku tentang permasalahan narkoba dari BNN kepada ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ITN Malang.

Bambang menyatakan bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami darurat narkoba. Terutama mahasiswa yang rentan menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Lantaran lingkup sosialnya yang jauh dari keluarga dan cenderung berkumpul dengan teman sebayanya.

”Kita sudah darurat narkoba. Ini cukup memprihatinkan apalagi saat ini yang tukang edar justru kebanyakan dari kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Apalagi, menurut data yang dipaparkan oleh KBO Satreskoba Polres Makota Ipda Bambang Heryanta. Diketahui, keterlibatan mahasiswa dalam kasus narkoba diperkirakan mencapai 10 persen pengguna.

Dan mayoritas juga mengonsumsi narkoba jenis ganja. ”Adanya sosialisasi kali ini merupakan salah satu upaya pencegahan untuk menyelamatkan generasi intelektual. Makanya, saya berpesan agar para mahasiswa ini jangan sekali-kali mendekati narkoba,” tandasnya.

Pewarta               : M.Badar Risqullah
Penyunting         : Ahmad Yani
Fotografer          : Laoh Mahfud