JawaPos.com – Fenomena harga tiket pesawat masih menjadi persoalan di daerah. Terutama daerah yang menggantungkan perekonomiannya dari sektor pariwisata. Namun demikian potensi harga tiket akan turun belum terlihat.

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah daerah yang sangat merasakan dampak kenaikan tiket pesawat. Hal itu membuat Gubernur NTB Zulkieflimansyah berupaya mendekati pihak maskapai untuk menurunkan harga tiket kembali murah. Upaya itu dengan “melobi” big bos dari maskapai. Contohnya Rusdi Kirana, pemilik maskapai Lion Group.

Hasilnya, Zulkieflimansyah malah “dilobi” balik oleh duta besar Indonesia untuk Malaysia tersebut. Zulkieflimansyah mengatakan, pihak maskapai meminta bantuan kepada pemerintah daerah agar berbicara ke pihak Angkasa Pura selaku operator bandara.


Lion Air, salah satu maskapai yang terdampaka atas naiknya harga tiket. Penerbangannya dikurangi di sejumlah rute. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Permintaan bantuan itu terkait mengurangi biaya yang selama ini menjadi beban besar oleh pihak maskapai. Sementara jumlah penumpang sangat sedikit. Adapun biaya-biaya tersebut di antaranya, pajak, biaya parkir, hingga harga avtur yang mahal.

“Mereka ingin kita ngomong ke Angkasa Pura untuk menurunkan pajak dan biaya parkir,” kata Zulkieflimansyah seperti dikutip dari Lombok Post (Jawa Pos Group).

Dengan sedikitnya penumpang, maskapai pun mengurangi jumlah penerbangan dan tetap menaikkan harga tiket. Upaya itu untuk menutupi biaya yang terlalu besar ditanggung selama ini.

Zul–begitu Zulkieflimansyah disapa melanjutkan, masalah tiket pesawat mahal dan sektor pariwisata ikut terdampak tidak hanya dialami NTB saja. Ada jumlah daerah bernasib serupa.

Di sisi lain, Zul sedikit merasa lega dengan pariwisata Lombok. Wisatawan mancanegara (wisman) masih bisa diharapkan datang. Pasalnya masih ada sejumlah maskapai yang tidak mengurangi penerbangannya ke Lombok. Sebagaimana yang dilakukan Air Asia.

“Untung Air Asia tidak mengubah jadwal untuk membuka rute penerbangan Lombok-Australia,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal menambahkan, penerbangan internasional sampai saat ini tidak ada masalah. Maskapai Air Asia dan Slik Air sudah mulai membaik. Bahkan Air Asia akan menambah frekuensi penerbangan. “Tapi penerbangan domestik tertekan, di Bali pun sama,” ujar Faozal.

Editor           : Ilham Safutra