JawaPos.com – Kabar mengejutkan datang dari pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi. Pasalnya pemain yang terkena larangan bermain sepak bola seumur hidup tersebut mengalami kecelakaan di Jalan Wates Km 7,5 atau tepatnya di depan Pasar Balecatur Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (23/12). Hingga Minggu (23/12) malam ia masih menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito Jogjakarta.

Kanit Lantas Polsek Gamping, Kabupaten Sleman, AKP Sugiyo mengatakan, peristiwa kecelakaan itu melibatkan sepeda motor merek Honda Vario yang dikendarai oleh Arizal Nuka dengan pemboncengnya Krisna Adi dan bus dengan nomor polisi B 7066 NGA.

Saat itu kondisi bus berhenti di pinggir jalan sebelah kiri dengan posisi menghadap ke barat. Sebagian badan bus di badan jalan dengan menyalakan lampu hazard. “Pengemudi membeli makanan,” katanya, Minggu (23/12).

Sedangkan dari belakangnya melaju sepeda motor Honda Vario dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sampai di tempat kejadian, diduga karena penerangan redup dan cuaca gerimis, pengemudi motor kurang melihat posisi bus.

“Sepeda motor Honda Vario membentur bagian belakang bus sebelah kanan. Kemudian terjatuh. Menyebabkan terjadi laka lantas,” katanya.

Pengemudi motor, Arizal Nuka mengalami luka patah tulang kaki kiri, bibir sobek dan lecet di mata. Sementara Krisna Adi cedera di bagian kepalanya. “Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Johan Arga, kakak dari Krisna Adi membenarkan kejadian kecelakaan yang dialami adiknya itu. “Info terbaru Krisna masih dalam pemeriksaan, belum bisa dijenguk. Kalau sudah dipindah di ruang jenguk nanti akan saya kabari,” kata pemain eks PSIM itu.

Untuk diketahui Krisna Adi belum lama ini terkena sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ia dianggap telah turut menjalankan praktek match fixing, dengan sengaja membuat timnya kalah.

(dho/JPC)