JawaPos.com – Dua nelayan asal Kabuaten Asahan yang ditembak polisi di Bagan Siapi-api diboyong ke Medan. Mereka terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Kota Medan, untuk mendapatkan penanganan medis, Selasa (11/9). Dua nelayan itu yakni, Irwansyah, 31 dan Agus Salim, 26.

Humas RUSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, dua pasien rujukan dari Tanjung Balai itu tiba pada Senin (10/9) sekitar pukul 18.22 WIB. Irwansyah mendapat luka tembak di bagian paha kanan. Sedangkan Agus di bagian kepala.

“Saat ini keduanya sudah menjalani operas,” kata Rosario, Selasa (11/9) petang.

Rosario mengungkap, kondisi Irwansyah saat ini masih stabil. Dia dirawat di kamar bedah. Jika kondisinya membaik, akan langsung dirawat di kamar inap biasa. “Irwasyah ditangani oleh dokter spesialis bedah orthopedi,” ujarnya.

Sementara itu, Agus masih dirawat di ruang ICU. Karena, luka tembak yang dialaminya di bagian kepala cukup serius. “Agus masih menggunakan ventilator dan ditangani oleh dokter spesialis bedah syaraf,” ujarnya.

Agus, Irwan serta para tersangka ilegal fishing lainnya, ditangkap oleh Satuan Polisi (Satpol) Air Polres Rokan Hilir (Rohil). Mereka tertangkap tangan tengah melakukan pencurian kerang pada Minggu (9/9) malam.

Penangkapan dilakukan di kawasan perairan Pulau Panipahan, Kecamatan Palika dengan Perairan Pulau Halang di Kecamatan Kubu, Rohil, Riau. Tepatnya di titik koordinat N. 02°26.772 – E. 100°38.191.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan kapal pelaku. Polisi kemudian mengadang kapal pelaku.

Sempat diberi tembakan peringatan. Namun tak digubris para pelaku. Malah kapal nelayan melawan dengan nyaris menabrak kapal yang ditumpangi polisi.

Polisi pun mengambil tindakan tegas. Pelaku ditembak. Satu pelaku bernama Manghor meninggal karena ditembus timah panas di dada.

Sementara itu, ada 8 orang rekan mereka yang diamankan. Diantaranya Sumiran alias Sumpel, 41, Izil alias Geleng, 34, Nuryadin Saputra, 23, Zulkifli alias Ikip, 24, Hery, Herman, 25, Karlan dan Safrudin, 25. Mereka semua berasal dari Asahan, Sumatera Utara.

Adapun barang bukti yang diamankan dari para pelaku adalah kapal penangkap kerang milik seorang perempuan bernama Omsi, 39. Ada juga 50 goni berisi kerang dan tiga unit alat penangkap kerang atau tank kerang.

(pra/JPC)