JawaPos.com – Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu menyebabkan ribuan jiwa melayang, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Tercatat ada 99 ASN yang meninggal dalam kejadian tersebut. Dengan perincian 59 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan 40 ASN dari lingkup pemerintahan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan rincian tersebut untuk Kota Palu sedangkan Sigi dan Donggala masih dalam proses pendataan BNPB. Diterangkanya, ASN yang meninggal tersebut diantaranya berada satu lokasi karena tengah ada kegiatan.

“Ada 40 ASN yang di lokasi yang sama pada saat kejadian,” katanya saat ditemui di Palembang, Kamis (11/10).

Selain berdampak pada meninggalnya 99 ASN di Palu, beberapa infrastruktur pemerintahan juga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan inventarisir apa saja yang rusak dan apa yang harus diperbaiki.

Meskipun begitu, roda pemerintahan tetap berjalan dengan mendirikan tenda darurat di lokasi bencana. Mengingat para ASN masih khawatir untuk menempati gedung tempat mereka bekerja. 

“Saat ini sekitar 60 persen roda pemerintahan di Palu sudah berjalan, dan para ASN pun sudah bekerja meski belum menempati kantornya” tutup Tjahjo.

(lim/JPC)