JawaPos.com – Jawa Barat ditargetkan menjadi provinsi pariwisata dalam lima tahun ke depan. Nantinya akan dibangun destinasi wisata baru di setiap kota dan kabupaten bersama dengan pusat-pusat budaya Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di acara Ngapung Bareng Ti Kertajati, di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

“Dengan bangga Provinsi Jawa Barat mendeklarasikan lima tahun ke depan motor ekonomi kami adalah pariwisata. Tahun ini saja hampir setengah triliun rupiah kami belanjakan untuk pengembangan pariwisata di 40 titik se-Jawa Barat. Baru 2019, kebayang lima tahun,” ucap Ridwan Kamil, seperti dilansir dari Kantor Berita RMOLJabar (Jawa Pos Group) Kamis (10/1).

Selama ini, Emil sapaan akrabnya, menyebut Jawa Barat mempunyai potensi alam yang indah. Hanya aksesnya kurang dan belum gencar promosi, sehingga belum dikenal secara luas.

“Maka potensi pariwisata di Kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), harus terus dioptimalisasi,” ungkapnya.

Emil juga menitipkan, agar para kepala daerah di wilayah tersebut dalam waktu dua minggu ke depan, mengadakan rapat bersama para Kepala Dinas Pariwisata agar merancang penyelenggaraan festival yang unik dan mampu menggaet kunjungan wisatawan.

Adapun Bandara Internasional Jawa Barat, sebagai komponen akses, telah siap menjadi salah satu pendorong ekonomi baru di Jawa Barat, khusunya wilayah Ciayumajakuning.

Selain wisata, wilayah Jawa Barat juga menjadi sentra umroh di Indonesia yang memiliki potensi luar biasa. Emil menyebut, jumlah penumpang umroh dari Jawa Barat bisa mencapai hampir 600 ribu penumpang per tahun.

“Bila BIJB ada anggaran promosi, saya arahkan agar dibelanjakan oleh marketing agar fokus ke dua urusan yaitu umroh dan kepariwisataan,” pesan Emil.

Emil pun mengaku, pihaknya telah sepakat terkait pelaksanaan haji 2019 yang diberangkatkan dari BIJB Kertajati.

“Pilihannya dua, ada asetnya Pemprov yang diberikan ke Kota Cirebon, tapi asetnya nganggur. Kalau itu bisa direnovasi dan dikonversi jadi asrama haji, silakan. Kalau nggak, banyak lahan kosong dalam lima bulan, kami bikin bangunan yang sederhana,” kata Emil.

Pada 2019, Bandara Kertajati juga memproyeksikan untuk mulai bisa melayani penerbangan haji sebanyak 39 ribu jemaah asal Jawa Barat yang saat ini masih berangkat dari Bandara Soekarno Hatta.

“Masa depan futuristik Jawa Barat, akan ada di segitiga Patimban, BIJB, dan Kawasan Ciayumajakuning. Kawasan ini, akan menjadi kawasan yang paling canggih pertumbuhannya,” kata Emil.

“Saya akan kawal, opportunity ekonominya jangan sampai berantakan,” sambungnya

Sebagai solusi baru kepadatan bandara di Jawa Barat, hingga saat ini BIJB Kertajati beroprasi dengan terminal 1A yang baru terealisasi, baru mampu melayani 2,7 juta penumpang dari kapasitas maksimal 5,6 juta penumpang per tahun.

Akan tetapi melihat potensi pasar dengan jangkauan daerah sekitar Ciayumajakuning, angka pelayanan dapat mencapai 17 juta jiwa per tahun telebih dengan dukungan konektivitas jalan tol Cisumdawu.

Adapun rute eksisting sekarang terdapat 14 rute penerbangan baik domestik maupun internasional dengan pelayanan dari 4 meskapai penerbangan. Kedepan, akan dibuka rute favorit baru pada tgl 11 Januari 2019 dengan rute Jakarta (Halim Perdana Kusuma), Yogyakarta, Balikpapan dan Bali. Sehingga kedepan Bandara Internasional Jawa Barat ini akan membuka konektivitas kota-kota seluruh Indonesia dan dunia.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : jpg