alexametrics
20.2 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Eksotisme Bipinnatifidum Bikin Harganya Tembus Rp 250 Juta

MALANG KOTA – Berbagai jenis tanaman hias menjadi naik daun di masa pandemi. Salah satunya adalah Bipinnatifidum. Eksotisme tanaman instagramable asal Amerika Selatan ini harganya kini tembus Rp 250 juta karena banyak diburu kolektor.

Rochman Amin, penjual tanaman hias Bipinnatifidum di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengungkapkan bahwa tanaman tersebut saat ini mengalami kenaikan harga yang cukup fantastis.

Rochman mengatakan, harga untuk satu pot Bipinnatifidum di tokonya, AB Exo Plant, ditawarkan di kisaran Rp 55 juta-250 juta. “55 juta itu untuk yang masih baby, sedangkan yang 250 jutaan di kisaran umur 4 tahun,” ujar Rochman.

“Faktor kelangkaan saja yang menjadikan harga Bipinnatifidum ini meningkat drastis. Hobi baru bercocok tanam yang muncul di masa pandemi Covid-19, turut menjadikan berbagai jenis tanaman hias menjadi naik daun,” kata dia.

Rochman menjelaskan, tidak ada cara khusus untuk merawat tanaman hias bernama lengkap Philodendron bipinnatifidum itu. “Tanaman ini harus ditempatkan di lokasi yang teduh,” tandasnya.

Menurut dia, peminat tanaman ini tidak hanya masyarakat Malang Raya dan sekitarnya. “Kami juga pernah menerima permintaan dari Singapura,” kata dia.

Sejak 26 Oktober lalu, Rochman memamerkan tanaman-tanaman hiasnya di acara pameran tanaman hias di gelaran Matos Tropical Garden yang diselenggarakan di Malang Town Square (Matos) Malang. Selain Bipinnatifidum, dia juga menjual berbagai tanaman hias lain yang juga tengah booming terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Antara lain Joepii, Wendlingeri, Sahroni, Vietchii, serta berbagai varian tanaman variegata dan patriciae.

Pewarta : Arlita Ulya

MALANG KOTA – Berbagai jenis tanaman hias menjadi naik daun di masa pandemi. Salah satunya adalah Bipinnatifidum. Eksotisme tanaman instagramable asal Amerika Selatan ini harganya kini tembus Rp 250 juta karena banyak diburu kolektor.

Rochman Amin, penjual tanaman hias Bipinnatifidum di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengungkapkan bahwa tanaman tersebut saat ini mengalami kenaikan harga yang cukup fantastis.

Rochman mengatakan, harga untuk satu pot Bipinnatifidum di tokonya, AB Exo Plant, ditawarkan di kisaran Rp 55 juta-250 juta. “55 juta itu untuk yang masih baby, sedangkan yang 250 jutaan di kisaran umur 4 tahun,” ujar Rochman.

“Faktor kelangkaan saja yang menjadikan harga Bipinnatifidum ini meningkat drastis. Hobi baru bercocok tanam yang muncul di masa pandemi Covid-19, turut menjadikan berbagai jenis tanaman hias menjadi naik daun,” kata dia.

Rochman menjelaskan, tidak ada cara khusus untuk merawat tanaman hias bernama lengkap Philodendron bipinnatifidum itu. “Tanaman ini harus ditempatkan di lokasi yang teduh,” tandasnya.

Menurut dia, peminat tanaman ini tidak hanya masyarakat Malang Raya dan sekitarnya. “Kami juga pernah menerima permintaan dari Singapura,” kata dia.

Sejak 26 Oktober lalu, Rochman memamerkan tanaman-tanaman hiasnya di acara pameran tanaman hias di gelaran Matos Tropical Garden yang diselenggarakan di Malang Town Square (Matos) Malang. Selain Bipinnatifidum, dia juga menjual berbagai tanaman hias lain yang juga tengah booming terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Antara lain Joepii, Wendlingeri, Sahroni, Vietchii, serta berbagai varian tanaman variegata dan patriciae.

Pewarta : Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/